Turun mesin motor tentu akan memberikan dampak pada kinerja motor maupun harga dari motor tersebut ketika dijual kembali. Mengingat mesin motor memiliki peran penting pada performa kendaraan roda dua tersebut.

Sehingga, akan ada banyak hal yang dapat menyebabkan motor harus turun mesin. Yang paling sering adalah umur motor. Namun, faktanya umur motor tidak selalu menjadi alasannya. Ya, faktor perawatan motor yang kurang pun juga bisa menjadi penyebabnya.

Untuk itu, sebenarnya diperlukan sebuah perhatian demi mesin motor Anda agar lebih terawat dan terpelihara sehingga membuatnya awet, terhindar lebih lama dari turun mesin.

Apa Turun Mesin Motor?

Sebelum kita membahas mengenai penyebab turun mesin pada motor. Yuk, kita simak dulu mengenai apa itu turun mesin motor?

Ya, mungkin turun mesin sudah tidak asing di telinga pemilik kendaraan. Sebab, turun mesin juga menjadi masalah yang sering dihadapi ketika melakukan servis kendaraan motor. Tapi, apakah kalian sudah tau apa itu turun mesin motor?

Jadi, turun mesin motor adalah cara untuk menyelesaikan masalah pada mekanis sepeda motor. Dimana cara yang digunakan adalah dengan melepaskan mesin dari rangkanya. Proses pelepasan rangka ini dapat dilakukan pada sebagian atau keseluruhan. Ya, itulah sebebanya disebut dengan turun mesin.

Turun mesin motor juga dapat membebaskan kalian dari beberapa masalah motor. Jadi, untuk beberapa kasus memang turun mesin menjadi wajib untuk dilakukan. Dengan turun mesin, teknisi jadi lebih leluasa melihat kondisi jantung mekanis dan melakukan penggantian komponen. Kata lain dari turun mesin motor yang wajar seperti ini adalah servis besar. Jadi, dapat dikatakan motor turun mesin adalah hal wajar.

Penyebab Turun Mesin Motor

Penyebab dari turun mesin motor itu sendiri sangat bermacam. Seperti yang sudah dibahas diatas, bahwa tidak hanya umur dari motor yang suda tua. Namun, lagi- lagi kurangnya perwatan pada motor juga dapat menjadi salah penyebanya.

Jadi, jika motor kalian belum tua namun sudah turun mesin, coba ingat- ingat apakah sudah maksimal dalam melakukan perawatan kendaraan? Biasanya hal ini disebut turun mesin tidak wajar. Dimana usia pakai motor dibawah 6 tahun dan kecepatan dibawah 60 km. Karena hal ini, jika ada motor yang mengalami turun mesin dianggap tidak wajar.
Itulah sebabnya perawatn pada kendaraan harus sering dilakukan dengan rutin. Karena jika turun mesin, maka kalian harus siap- siap menyiapkan anggaran lebih. Perlu diketahui bahwa turun mesin merupakan kondisi yang serius bagi sebuah kendaraan.

Jadi, kalian harus segera membawanya ke bengkel resmi terdekat untuk diperbaiki agar motor bisa digunakan berkendara secara normal. Lalu, apa penyebab motor mengalami turun mesin? Berikut ulasannya untuk kalian.

Baca Juga: 5 Cara Memakai Sabuk Pengaman: Fitur Keamanan Pada Mobil

Telat Dalam Mengganti Oli Mesin

Penyebab pertama yang akan kita bahas adalah oli mesin yang telat untuk diganti. Berapa kali dalam setahun kalina mengganti oli kendaraan?

Turun Mesin Motor: Apa Penyebab Utamanya? 1

Telat oli dapat menjadi salah satu penyebab turun mesin sebab seperti yang kita ketahui, bahwa Kegunaan oli dalam mesin mempunyai tugas untuk memberi pelumas bagian-bagian mesin dan mengurangi resiko gesekan-gesekan dalam motor. Selain itu, oli mesin juga berfungsi untuk mendinginkan suhu dan meminimalisir gesekan yang terjadi pada mesin dengan mengisi celah-celah antara roda gigi gear dan bagian mesin lain.

Sehingga mencegah terjadinya overheat mesin. Jadi, saat oli telah diganti maka akan terjadi gesekan yang semakin kasar pada mesin. Komponen di dalamnya akan cepat aus. Bahkan akibat yang lebih fatal adalah komponen bisa patah seperti halnya pada setang lehernya. Jika telat ganti oli jadi kebiasaan, bersiaplah untuk turun mesin.

Mengabaikan Perawatan Servis Rutin dan Servis Besar

Kedua adalah diabaikannya perawatan servis rutin. Dimana hal ini jika dibiarkan terus menurus dapat menjadi penyebab motor mengalami turun mesin. Jadi, jangan meyepelekan lagis ervis rutin ya.

Sebab, banyak yang masih meremehkan urusan servis motor secara rutin. Salah satu alasannya adalah karena motor masih dalam performa yang baik. Padahal, motor yang tidak rutin diservis bisa mengalami kerusakan hingga bisa turun mesin.

Selain itu, banyak juga yang tidak melakukan servis besar. Padahal, service rutin tiap bulan belum bisa menjamin mesin awet. Service besar perlu dilakukan untuk membersihkan ruang pembakaran dari kerak, penggantian oli serta penyetelan ulang komponen-komponen mesin.

Jadi, jangan sampai terjdai kerusakan fatal. Mekanik di bengkel resmi akan membantu memperbaiki kerusakan sebelum Anda mengalami kerugian akibat turun mesin.

Tidak Memperhatikan Cara Mengemudi

Ternyatacara mengemudi yang buruk juga menjadi salah satu penyebab terjadinya turun mesin motor. Salah satu contohnya adalah cara mengemudi yang selalu melebihi batas kecepatan alias sering menggeber gas motor sehingga mesin cepat rusak. Jadi, sangat penting untuk diperhatikan agar menggunakan motor sesuai dengan peruntukannya. Menggunakan motor secara buruk akan membuat mesin motor cepat rusak.

Motor Sering Terendam di Air

Penyebab selanjutnya adalah sering terendamnya motor di air. Misalnya salah satunya adalah menerobos bajir. Ya, tidak hanya terendam dalam waktu lama, bahkan sering menerobos banjir juga menjadi penyebab turun mesin pada motor.

Menerobos banjir dapat mengakibatkan air masuk ke mesin dan bercampur dengan oli. Motor mulai berkurang performanya dimana kualitas pelumasan tidak akan sempurna karena ada air yang masuk ke dalamnya. Sebab fungsi oli sebagai pemberi pelumas telah hilang. Dimana air justru mengakibatkan mesin berkarat dan baret-baret.

Turun Mesin Motor: Apa Penyebab Utamanya? 2
Penyebab Turun Mesin Motor (Sumber Gambar: Google)

Air banjir yang masuk ke mesin juga bisa mengakibatkan motor mati mendadak saat digunakan. Turun mesin bisa menjadi solusi saat hal ini terjadi. Tentunya biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit.

Melakukan Modifikasi Mesin Secara Berlebihan

Penyebab turun mesin selanjutnya adalah modifikasi mesin yang dilakukan. Namun, sayangnya modifikasi mesin tidak memperhatikan atau tidak disesuaikan dengan kemampuan kendaraan. Seperti menambah kecepatan dan memaksakan performa yang tidak seharusnya. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih ekstra yang membuatnya lebih cepat aus. Hal ini yang membuat motor lebih cepat turun mesin.

Jarang Mengecek Air Radiator

Mengapa jarang mengecek air radiator dapat menyebabkan turun mesin motor? Seperti yang diketahui bahwa air radiator mempunyai fungsi untuk mendinginkan suhu mesin, jadi, jika air radiator sering habis kemudian diabaikan, mesin menjadi lebih sering overheat dan tidak awet. Ketika kalian jarang melakukan cek pada air radiator, maka kemungkinan kalian dapat kehababisan air radiator.

Ketika air radiaor habis, maka mesin motor akan lebih cepat panas. Jika sampai overheating maka akan mempengaruhi kinerja oli yang tidak mampu bersikulasi degan baik. Akibatnya, ruang gerak piston menjadi rapat.

Baca Juga: Tips & Trik: Membeli Helm di Online Shop, Siapa Takut?

Penyebab turun mesin motor diatas tentu dapat kita cegah. Dimana salah satunya dengan melakukan servis rutin dan tidak menggunakan motor seca ugal- ugalan. Jadi, jangan sampai karena kecerobohan kita, motor menjadi turun mesin dan juga kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk turn mesin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *