Sebagai salah satu komponen keselamatan saat berkendara, rem merupakan bagian yang penting untuk diperhatikan perawatannya. Salah satu perawatan yang dilakukan adalah rajin mengannti minyak pada rem. Apa sih efeknya jika telat mengganti minyak rem?

Tentu saja akan berhubungan dengan keamanan dan keselamtan saat berkendara. Tentu, kalian tidak nyaman bukan, ketika berkendara dengan rem yang bermasalah? Itulah sebabnya kita tidak boleh sampai telat mengganti minyak rem.

Minyak rem sendiri mempunyai fungsi untuk menyalurkan dorongan dari piston kecil di master rem dan mendorong piston di kaliper. Namun sayangnya, banyak yang mengabaikan hal ini dan akibatnya minyak rem jadi sangat jarang atau bahkan tidak pernah untuk diganti.

Fungsi Rem Pada Kendaraan

Sebelum kita membahas mengenai akibat yang ditimbulkan karena telat mengganti minyak rem, mari kita bahas mengenai funsi dari rem itu sendiri. Fungsi sistem pengereman adalah untuk menghentikan laju kendaraan dengan jarak sekecil mungkin. Untuk melakukan hal tersebut, sistem pengereman akan mengubah energi kinetik menjadi energi panas yang kemudian dibuang ke atmosfer.

Namun, seiring perkembangan zaman, pada praktiknya saat ini energi kinetik yang terbuang itu dapat ditampung kembali dan diubah menjadi energi listrik. Seperti halnya yang bisa ditemukan pada mobil-mobil hybrid atau mobil listrik.

Rem sendiri mempunyai banyak jenis. Jenis- jenis rem tersebut misalnya adalah rem mekanik atau tromol, rem cakram, rem hidrolik, rem angin, rem tangan. Ada banyak aspek yang menjadi pertimbangan produsen kendaraan untuk memilih jenis rem yang tepat. Misalnya, untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin kecil biasanya akan menggunakan rem mekanik atau tromol pada roda depan dan belakangnya.

Jadi, semua jenis rem yang ada di kendaraan telah produsen pertimbangkan keberadaanya. Untuk itu, jangan sampai rem mengalami masalah. Sebab, setiap rem yang ada di kendaraan telah memiliki fungsinya masing- masing.

Efek Telat Mengganti Minyak Rem

Sama seperti pelumas mesin, minyak rem mobil juga memiliki masa pakai. Bedanya, oli mesin wajib diganti tiap beberapa bulan. Sedangkan, minyak rem harus dikuras dan diisi dengan yang baru dalam jangka waktu dua tahun.
Sesuai anjuran produsen motor, bila sepeda motor sudah digunakan selama 2 tahun, minyak rem sebaiknya dikuras dan diganti baru. Jika jangka waktu pemakaian belum mencapai dua tahun, tapi sudah menempuh jarak 20.000 – 25.000 km, maka minyak rem juga harus diganti.

Akan ada beberapa efek yang kurang nyaman untuk kendaraan Anda apabila telat mengganti minyak rem. Berikut adalah ulasannya untuk Anda.

Sil Mengalami Kerusakan

Efek pertama apabila telat mengganti minyak rem adalah sil mengalami kerusakan. Sistem pengereman sendiri terdiri dari beberapa kompoonen. Ketika minyak rem telat diganti, maka hal itu akan berdampak pada sil karet. Sil karet sendiri letaknya di dalam master rem dan kapiler.

Apa Efek Telat Mengganti Minyak Rem Motor? 1

Ketika karet ini rusak, biasanya saat mengerem seperti tidak memebrikan efek apapun pada kecepatan kendaraan. Hal ini terjadi karena kemunculan angin palsu yang sudah djelaskan pada paragraf sebelumnya. Oleh karena itu, kalian sebaiknya selalu rutin untuk memeriksa kondisi dari minyak rem.

Sebab, apabila sil ini rusak, otomatis pengereman tidak lagi berfungsi optimal. Hal ini akan membahayakan keselamatan pengendara motor maupun pengendara lain yang ada di sekitarnya.

Baca Juga: 5 Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Sepeda Motor

Master Rem Macet

Efek selanjutnya apabila telat mengganti minyak rem adalah master rem macet. Setelah tadi bagian dari rem master yang tidak berfungsi, sekarang master rem sendiri yang tidak berfungsi secara maksimal. Biasanya terjadi karena seringnya melakukan hard braking saat riding.

Sehingga minyak rem cepat mendidih dan menimbulkan uap yang membuat munculnya kandungan air di sistem hidraulis. Sistem pengereman pun menjadi kurang pakem. Nah, kalau sudah begini, nyawa yang menjadi taruhannya.
Sebenarnya, untuk mengetahui apakah minyak rem harus diganti atau tidak, Anda juga dapat melihat melalui master rem. Anda dapat mengintipnya melalui lubang di amster rem. Apabila warnanya sudah keruh atau kecoklatan, maka itu adalah tanda bahwa minyak rem patut untuk dikuras dan kemudian diganti dengan yang baru.

Apa Efek Telat Mengganti Minyak Rem Motor?
Apa Efek Telat Mengganti Minyak Rem Motor? (Sumber Gambar: Google)

Muncul Gelembung Putih

Efek yang terakhirapabila telat mengganti minyak rem adalah munculnya gelembung putih. Sebenarnya, gelumbung putih ini merupakan tanda bahwa ada masalah dengan minyak rem. Sebab, gelembung putih ini muncul dikarenakan minyak rem memiliki sifat menyerap uap air.

Saat rem digunakan secara maksimal, panas yang dihasilkan dari gesekan kampas rem diserap minyak rem, akibatnya titik didih minyak rem berkurang. Karena titik didihnya berkurang, maka minyak rem bisa panas dan menimbulkan gelembung putih. Jika hal itu terjadi, maka dapat mengganggu kinerja sistem pengereman. Ujung-ujungnya keamanan dan keselamatan terancam.

Waktu Mengganti Minyak Rem Motor

Selain mengetahui dari efek yang ditimbulkan akibat telat mengganti minyak rem pada motor, sebenarnya kita juga dapat mnegetahui waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem. Seperti yang disebutkan di atas bahwa minyak rem sebaikany diganti setelah menempuh jarak tertentu.

Motor baru dari pabrikan, secara mayoritas disarankan untuk melakukan penggantian minyak rem setelah motor digunakan untuk menempuh jarak 20.000 km. Hal itu meski di atas batas tersebut rem sepeda motor masih bisa berfungsi.

Namun perlu diketahui bersama bahwa, minyak rem bisa berkurang meski tidak habis sepenuhnya. Selain itu secara kinerjanya juga akan mengalami penurunan. Untuk itu disarankan ketika motor yang menggunakan sistem pengereman cakram untuk diganti minyak remnya setelah motor digunakan untuk menempuh jarak tersebut.

Baca Juga: 5 Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Motor Matik Dan Cara Mengatasinya

Itulah ulasan mengenai akibat jika telat mengganti minyak rem motor dan kapan waktu yang tepat untuk menggantinya. Mengingat fungsi pengereman sangat berhubungan dengan kenyamanan dan kemanan berkendara baik untuk diri sendiri maupun pengendara sekitar, maka jangan sampai kita megabaikan perawatan pada rem. Bahkan hanya untuk mengganti minyak pada rem.

Sebab, akan sangat bahaya apabila rem tidak dapat berfungsi secara optimal. Selain itu, bahaya yang di timbulkan tidak hanya untuk diri sendiri anmun juga untuk pengendara disekitar Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *