Ternyata Begini Sejarah Motor Café Racer & Alasan Munculnya W175 Café!

motor cafe racer
motor cafe racer

Motor café racer salah satu 13 aliran custom motor yang banyak dianut biker di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Nah untuk lebih mengenal motor café racer sekarang kita kupas nulai dari sejarahnya, sampai merk yang memproduk motor dengan style café racer ini.

Saat ini trend motor café racer sangat diminati oleh masyarakat Indonesia dengan banyaknya motor custom dengan style café racer.

Hebatnya café racer ini sudah ada sejak sekitar tahun 1950 dan 1960an.

Tren motor cafe racer ini berasal dari Amerika yang kemudian berkembang pesat di Inggris.

Sebenarnya kalau mau menelisik lebih dalam tentang motor cafe racer sejarahnya berawal dari Inggis.

Sejarah Motor Café Racer

Sejarah Motor Café Racer
Fakta Sejarah Motor Café Racer

Pada awal tahun 50-an para pemuda di Inggris banyak yang suka ngebut di depan café dengan motor kebanggaannya, mereka melakukan show off. Selain itu mereka juga mendandani motornya dengan gaya balap.

Yang uniknya lagi, pengguna motor café racer ini biasanya berpenampilan casual, jaket kulit, celana jeans, dan sepatu kulit.

Dan mereka banyak nongkrong di café – café dengan style rambut slick yang rapih dekat dengan budaya greaser di Amerika.

Setelah perang dunia kedua berakhir, lapangan pekerjaan di Inggris banyak bermunculan dan banyak pemuda yang berpenghasilan dan mengubah secara pendapatannya.

Dan untuk mengubah lifestyle mereka merasa perlu memiliki kendaraan, karena sepeda motor ini lekat dengan gengsi dan salah satu ciri khas kendaraan orang kaya di Inggris sebelum perang dunia kedua.

Model motor yang mereka gunakan itulah akhirnya terkenal dan sampai sekarang disebut dengan motor café racer.

Arti Motor Café Racer Secara Bahasa

Sementara itu kalau menelisik secara bahasa, cafe racer berasal dari dua kata “Cafe” dan “Racer”. Cafe sendiri memiliki arti suatu tempat yang sering didatangi dengan tujuan untuk makan, minum, dan juga nongkrong.

Sedangkan untuk “Racer” berarti pembalap. Dari arti tersebut, ketika digabungkan cafe racer dapat diartikan sebagai pengunjung cafe yang suka melakukan balapan.

Selain itu pada masa tersebut juga didukung dengan kejayaan Industri sepeda motor Inggris. Hal tersebut bisa dilihat dari sepeda motor hebat yang pernah diproduksi, seperti Norton Dominator, BSA Gold Star, Triumph Tiger 110 dan Velocette Venom.

Motor-motor tersebut tidak hanya banyak digunakan dalam balapan, tapi juga banyak dijual di dealer setiap kota di seluruh Inggris.

Pada era tersebut bentuk modifikasi cafe racernya juga khas dengan stang jepit atau clip on bars, tangki berbahan ringan aluminium atau fiberglass kemudian dipadu dengan single jok ala model racer.

Ubahan tersebut memberikan gaya berkendara yang khas dengan posisi rider yang nunduk.

Sementara untuk mendongkrak performa pada peredam gas buangnya dipasang knalpot panjang-swept back pipes dan sektor pengabutan bahan bakarnya diganti dengan karburator berukuran besar. Ubahan tersebut untuk mendongkrak performanya.

Motor bergaya klasik cafe racer memang memiliki penggemar tersendiri, bahkan bisa dibilang mereka ada diberbagai negara di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Meski tidak bisa diketahui secara pasti berapa jumlah rider motor cafe racer yang ada di tanah air, Untuk konteks Indonesia motor cafe racer rata-rata hasil modifikasi dengan basis sepeda motor yang sudah pasaran.

Motor yang sering dijadikan bahan yakni, Yamaha Scorpio, Honda Tiger, Honda Megapro, GL, Suzuki Thunder, Kawasaki Binter dan sebagainya.

Alasan pemilihan motor-motor tersebut diperkirakan karena bentuknya yang mudah disesuaikan untuk mendapatkan gaya cafe racer. Secara rangka model-model tersebut juga sudah mendukung, tinggal sedikit penyesuaian.

Pastinya body bawaan pabrikannya juga harus ditanggalkan, digantikan dengan part-part custom.

Saat ini untuk mendapatkan komponen motor agar bergaya cafe racer juga tidak terlalu sulit.

Sudah banyak pengrajin yang membuat part tersebut, bahkan sudah disetting plug and play (PNP) disesuaikan dengan basis motornya.

Selain bentuk cafe racer yang khas dan memberikan gaya berkendara tersendiri, banyaknya ketersediaan part untuk mengubah tampilan motor jadi cafe racer juga menjadi faktor banyaknya penikmat motor dengan style tersebut.

Kini tren café racer telah menjadi tren popular di kalangan pecinta sepeda motor. Lebih dari sekedar berkendara tetapi juga style dan karakter dari sang penunggang motor yang ditunjukan melalui sepeda motor café racer.

Kawasaki W175 Cafe

Sejarah Motor Café Racer
Kawasaki W175 Cafe

Di Indonesia beredar motor retro / classic style dari custom hingga yang baru, nah yang baru saat ini ada Kawasaki W175 Café, ini salah satu desain baru dari produsen Kawasaki.

Kawasaki W175 Cafe yang bermesin sama dengan saudaranya – Kawasaki W175 – yakni 177cc satu silnder SOHC.

Di Indonesia disuguhkan dalam tiga varian warna, yakni metallic flat greystone, candy fire red dan pearl brilliant.

Dan inilah perbedaanya W175 Café dengan yang tipe standarnya.

1. Headlamp

Perbedaan pertama W175 Cafe dan W175, dari bagian depan W175 Cafe punya headlamp yang memiliki visor.

Headlamp bulat sama dengan W175 namun ada mini visor di atasnya untuk versi Cafe. Visor ini menyembunyikan konsol speedometer jika dilihat dari depan.

2. Jok

Perbedaan kedua W175 Cafe dan W175 adalah pada jok. Jok W175 Cafe terutama bagian belakang nampak lebih tebal dibanding W175.

Alih-alih membuat W175 Cafe jok buntung, justru spon di bagian belakang ditambah sehingga nampak lebih tinggi dan meliuk ke atas. Nampaknya Kawasaki ingin boncenger lebih nyaman di atas Cafe.

3. Spakbor Belakang

Perbedaan ketiga W175 Cafe dan W175 biasa adalah spatbor belakang yang lebih pendek. Ya, W175 Cafe punya spatbor belakang lebih pendek dari versi biasa.

Namun, entah apa maksudnya dengan spatbor pendek, Kawasaki justru menambahkan spakbor plastik sebagai tambahan sehingga tetap terlihat lebih panjang.

4. Knalpot

Perbedaan keempat antara W175 Cafe dan W175 biasa adalah tambahan garnish chrome pada knalpot.

W175 SE dan standar dibekali knalpot warna hitam polos, sedangkan versi Cafe ini Kawasaki memberikan sentuhan warna chrome untuk mempermanis tampilan.

Dan, memang hanya sekedar mempermanis tampilan saja, tak ada fungsi lain dari penambahan garnish, namanya saja garnish.

Selain 4 perbedaan utama itu, perbedaan W175 Cafe dan W175 biasa hanya di seputaran pilihan warna dan aksen grafis lainnya.

Selebihnya untuk spesifikasi mesin masih sama, bahkan Kawasaki tidak melakukan upgrade mesin menjadi injeksi misalnya. W175 Cafe masih setia mengusung mesin karbu.

Bagaimana sekarang sudah tahu sekilas tentang sejarah dan arti kata cafe racer?

Paling tidak ketika mau mengubah motor dengan gaya cafe racer kita tahu dasarnya, tidak hanya sekedar penampilan, tapi cafe racer juga identik dengan performa mesin motor yang bisa diandalkan.

Baca Juga : “Mau Custom Motor? Simak 12 Aliran nya Biar Ngga Gagal Paham

Demikian tadi informasi tentang sejarah motor café racer yang dapat dipaparkan untuk anda.

Semoga informasi tersebut dapat menambah wacana anda tentang sejarah motor café racer.

Jika informasi tersebut bermanfaat bagi anda, jangan sungkan untuk share kembali informasi tentang sejarah motor café racer tersebut ke orang di sekitar anda. Sekian & Terimakasih. (br)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.