Meskipun memiliki harga yang lebih tinggi dibanding mobil manual, mobil matik tidak kehilangan daya tariknya. Saat ini, mungkin banyak orang yang memilih untuk membeli mobil matik dengan segala kepraktisannya.

Namun tahukah kalian, jika ada beberapa hal yang dikhawatirkan saat menyetir mobil matik? Ya, salah satu ketakutan saat menyetir mobil matik adalah macet di saat tanjakan. Nyetir mobil matik di tanjakan pasti jadi momok tersendiri, terutama bagi pemula.

Namun, tidak usah khawatir. Selain jam terbang yang sudah tinggi ada beberapa tips nih yang dapat membuat Anda merasa aman saat nyetir mobil matik di tanjakan. Apa saja tips tersebut? Berikut ulasannya untuk Anda.

Nyetir Mobil Matik di Tanjakan

Pengoperasian mobil matik memang cenderung lebih mudah ketimbang manual. Tapi bagi mereka yang belum ahli mengendarai mobil matik, pasti masih ada rasa kekhawatiran tersendiri. Apalagi ketika melintas di jalanan menanjak. Bukan tak mungkin mobil bisa turun lagi dan mundur hingga akhirnya membahayakan para pengguna jalan lain.

Belum lagi tanjakan yang dilintasi tengah macet, ini bisa menimbulkan kepanikan tersendiri bagi pengendara. Untuk itu, ada sejumlah tips yang dapat Anda praktikan ketika mengendarai mobil matik di tanjakan.

Memperhitungkan Curamnya Tanjakan

Tips yang pertama dalam nyetir mobil matik di tanjakan adalah meperhitungkan curamnya tanjakan yang akan dilalui. Dengan memperhitungkan dan memperkirakan seberapa tingkat kecuraman tanjakan, maka kalian sebagai pengemudi akan lebih mudah mengatur mobilnya.

Nyetir Mobil Matik di Tanjakan
Nyetir Mobil Matik di Tanjakan (Sumber Gambar: Google)

Hal hal yang perlu diatur adalah tenaga yaitu gas, lalu posisi transmisi. Pengemudi wajib hafal transmisi mobil matic, seperti N adalah netral, P untuk kondisi parkir, R untuk mundur, dan D adalah untuk kondisi maju secara normal.

Ada juga posisi transmisi lainnya yaitu D1, D2, dan D3. Ketiga posisi transmisi terakhir inilah yang bisa sangat penting untuk dioperasikan saat tanjakan. Setelah hafal semua posisi transmisi dan kegunaannya, kini pengemudi hanya perlu memperhitungkan tingkat kecuraman, dan menyesuaikan seberapa gas yang akan diinjak, dan transmisi apa yang akan dipilih.

Memperhatikan Posisi Transmisi

Tips yang kedua dalam nyetir mobil matik adalah dengan memperhatikan posisi transmisi mobil Anda. Ketika di tanjakan jangan panik, langsung perhatikan posisi transmisi mobil. Ketika berada di tanjakan jangan terlalu buru buru memindah transmisi. Transmisi D normal sebenarnya masih mampu menanjak di jalan tanjakan yang tidak terlalu curam.

Jika dirasa tanjakan sudah terlihat terlalu curam, maka pengemudi harus segera mengganti ke transmisi D2. Penggantian transmisi ini haruslah diwaktu yang tepat agar mobil tidak melorot. Jika tanjakan dirasa sangat curam, maka segeralah pindah ke transmisi D1. Transmisi D1 ini adalah sama dengan transmisi gigi 1 di mobil manual.

Baca Juga: Review Mobil Tesla Model 3: Mobil Listrik Terjangkau

Ada baiknya Anda mengetahui posisi tuas transmisi yang tersedia pada mobil matik. Ini dapat menghindari kesalahpahaman saat berkendara. Umumnya, pada tuas transmisi terdapat beberapa huruf dan angka seperti P, R, N, D, 2, dan L.

P artinya adalah Parking atau parkir. P biasa digunakan untuk mobil yang diparkir sehingga transmisi dalam posisi terkunci dan mobil tidak akan bergerak. Sedangkan untuk R artinya Reverse atau gigi mundur. Selanjutnya ada N yang berarti Netral. Dalam posisi ini, mesin dan transmisi tidak terhubung.

Nyetir Mobil Matik di Tanjakan
Nyetir Mobil Matik di Tanjakan (Sumber Gambar: Google)

D yang berarti Drive atau jalan. Umunya, mobil matic melaju dengan posisi transmisi D untuk berkendara maju. Dengan transmisi D, perpindahan gigi dari 1 sampai gigi tertinggi akan diatur secara otomatis. Pengendara hanya tinggal menginjak gas dan rem.

Selanjutnya 2: menahan gigi tertinggi di gigi 2. Angka 2 pada transmisi otomatis biasa dipakai saat engine brake di jalan menurun tajam atau panjang, serta bila berhadapan dengan tanjakan curam. Sebab, jika hanya menggunakan D, terkadang mobil terasa berat ketika menanjak. Yang terakir ada L yang berarti Low . L mempunyai fungsi menahan gigi tertinggi di gigi 1.

Ada juga beberapa mobil bertransmisi matic yang memiliki Shift Lock di sekitar tuas transmisi. Shift Lock ini fungsinya untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa dipindah ke posisi N ketika mesin mati. Shift Lock bermanfaat saat parkir paralel sehingga mobil matic bisa didorong untuk menggesernya.

Hindari Menginjak Rem

Tips yang selanjutnya dalam nyetir mobil matik adalah hindari menginak rem ketika melakukan pindah transmisi. Kaetika dalam kondisi tanjakan hal itu sangat tidak disarankan, karena hal itu dapat membuat mobil kehilangan tenaga dan membuat pengemudi kehilangan momentum untuk menanjak dengan optimal.

Selain itu, hindari juga menginjak rem terlalu dalam saat memindahkan transmis. Anda hanya perlu menekan tombol yang ada pada tuas transmisi sehingga gigi berpindah. Ya, cara mengganti persneling yang tepat adalah cukup dengan menekan tombol yang ada pada tuas transmisi matic. Tombol ini mempunyai fungsi yang hampir sama dengan kopling di mobil manual.

Nyetir Mobil Matik di Tanjakan
Nyetir Mobil Matik di Tanjakan (Sumber Gambar: Google)

Memanfaatkan Fitur HSA

Tips yang selanjutnya dalam nyetir mobil matik dalah memanfaatkan fitur HSA. Apa itu fitur HSA? Ya, pada mobil-mobil zaman sekarang, fitur Hill Start Assist (HSA) tampaknya sudah mulai banyak tersemat. Fitur ini sangat membantu saat mobil melintasi jalan menanjak dan kondisi stop and go.

Hill-Start Assist akan mengaktifkan sistem rem ketika pedal gas diangkat dan belum diinjak saat mobil dalam kondisi menanjak. Dalam beberapa detik, HSA akan bekerja dan membuat pengemudi punya cukup waktu untuk mengaktifkan atau merilis rem.

Baca Juga: Tips Mengajukan Klaim Asuransi Kendaraan

Itulah tips dalam nyetir mobil matik yang dapat Anda terapkan saat menemui tanjakan. Ketika Anda merupakan pemula, jangan panik ketika menemui tanjakan atau bahkan macet di tanjakan. Gunakan tips diatas agar tetap aman.

Ya, Pada akhirnya jam terbanglah yang membuat cara menanjak dengan mobil matic menjadi semakin baik. Dengan jam latihan yang tinggi pengemudi dapat lebih mudah menyesuaikan diri dan kendaraannya dengan berbagai macam kondisi. Dengan latihan yang cukup, juga diharapkan bahwa pengemudi dapat mengenal kondisi mobilnya dengan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *