Modifikasi motor untuk disabilitas telah banyak dilakukan semenjak di terbitkannya SIM untuk para penyandang disabilitas. Harapannya, modiffikasi motor untuk disabilitas dapat memberikan kesempatan yang sama untuk berkendara bagi penyandang disabilitas. Biasanya modifikasi dilakuakn dengan merubah motir menjadi tiga roda. Namun, modifikasi motor untuk disabilitas masih banyak lagi jenisnya.

Dalam memodifikasi motor, biasanya perakit motor akan melihat kondisi fisik dari pemesan. Hal itu akan membantu mereka dalam memodifikasi motor yang cocok degan pemesan. Sehingga akan nyaman dan aman nantinya ketika digunakan di jalan raya.

Modifikasi yang dilakukan tidak hanya pada bentuk motor. Namun, juga ada beberapa komponen yang mengalami perubahan. Motor memiliki perubahan dalam sisi pengaplikasian, seperti rem yang di pindah ke setang misalnya. Ada juga rem yang dibuat menjadi injakan di lantai sespan. Semua ini dimaksudkan agar pengendara semakin nyaman dengan motor modifikasi yang mereka miliki.

Ada juga yang sepeda motor dengan kopling, tuas kopling dapat digabung dengan tongkat presneling. Sedangkan untuk pengandang disabilitas di bagian tangan kanan, gasnya dapat dipindah kebagian setang di sisi kiri.

Syarat yang paling utama seorang difabel dapat menggendarai motor adalah kaum difabel diharuskan memiliki penglihatan dan pendengaran yang normal. Setelah itu, baru kendaraan yangan sesuai dan aman digunakan.

Terdapat 4 ragam modifikasi sepeda motor yang cocok untuk difabel. Berikut adalah 4 Jenis Modifikasi Motor Roda Tiga.

Modifikasi Motor untuk Disabilitas: Jenis Modifikasi

modifikasi motor untuk disabilitas

Pasar atau perakit motor saat ini kebanyakan merubah atau memodifikasi motor untuk disabilitas menjadi empat jeni. Ke empat jenis ini yang paling umum digunakan oleh para disabilitas sebagai model kendaraan mereka.

Sepeda Motor Roda Tiga

Jenis pertama yang mungkin sering kita temui adalah jenis sepeda motor roda tiga. Jenis modifikasi yang satu ini ditunjukkan untuk para penyandang disabilitas ringan. Biasanya digunakan oleh penyandang disabilitas yang mampu berjalan sendiri dengan bantuan tongkat atau kruk.

Biasanya modifikasi menggunakan motor bebek atau matik yang diubah bagian roda belakangnya. Selanjutnya diubah menjadi roda tiga. Biasa modifikasi jenis ini membutuhkan biaya 4 – 5 juta dengan waktu pengerjaan yang bisa mencapai 3 minggu. Bahkan untuk yang bukan penyandang disabilitas, modifikasi motor roda 3 jenis ini cukup menarik untuk diaplikasikan pada kendaraan mereka.

Sepeda Motor dengan Sespan

Modifikasi selanjutnya adalah jenis motor dengan tambahan sespan. Maksudnya sepeda motor mendapat tambahan box pada bagian samping sepeda motor. Box ditambahkan pada salah satu sisi, baik sisi kanan maupun sisi kiri.

Sespan berguna untuk mengakomodir kaum difabel yang biasanya menggunakan kursi roda. Walaupun menggunakan kursi roda, mereka masih tetap bisa menjadi penumpang sepeda motor dengan aman dan nyaman tanpa harus ribet. Jadi, modifikasi ini hanya memungkinkan penyandang disabilitas sebagai penumpang, bukan mengendarai sendiri.

Sespan yang bentuknya seperti boks di sisi motor ini biasanya menghabiskan biaya hingga Rp5 jutaan per pengerjaan. Biaya untuk memodifikasi motor menjadi seperti ini sekitar 4-5 juta dengan pengerjaan sekitar 3 minggu.

Sepeda Motor dengan Setang di Sespan

Modifikasi selajutnya adalah jenis yang direkomendasikan pula untuk disabilitas yang menggunakan kursi roda. Modifikasi ini memberikan kesempatan untuk pengguna kursi roda mengendarai sepeda motor secara langsung.

Modifikasi sepeda motor untuk difabel jenis ini terbilang punya mekanisme yang sedikit lebih rumit, karena harus memindahkan setang motor ke bagian depan sespan. Selain itu, biaya modifikasi yang harus dikeluarkan juga lebih mahal dibanding kedua modifikasi yang tadi disebutkan di atas.

Kisaran biaya yang harus dikeluarkan berkisar antara Rp6-7 jutaan tergantung kerumitan. Namun, model ini jelas lebih memudahkan kaum difabel untuk beraktifitas menggunakan sepeda motor. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk memodifikasi motor jenis ini sekitar 4 minggu.

Modifikasi Motor Tiga Roda Body Sespan

Jenis modifikasi yang terakhir adalah jenis motor tiga roda body sespan. Modifikasi ini dilakukan dengan memindahkan setang ke bagian sespan. Jadi kendali kemudi dipindahkan dari bodi sepeda motor ke sespan. Hal ini akan sangat memudahkan pengendara yang menggunakan kursi roda.

Biaya yang dibutuhkna untuk memodifikasi motor jenis ini dapat membutuhkan biaya sekitar 6-7 jutaan. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakannya sekitar 4 minggu.

Modifikasi Motor untuk Disabilitas: Keamanan & Kenyaman

modifikasi motor untuk disabilitas
modifikasi motor untuk disabilitas

Modifikasi motor untuk disabilitas adalah bentuk memberikan kesempatan kepada disabilitas untuk menggunakan jalan raya. Yang terpenting adalah kemanan dan kenyamanan tetap yang utama. Namun, modifikasi motor untuk disabilitas juga menjadi ketakutan sendiri. Mengingat adanya peraturan undang- undang mengenai modifikasi motor.

Aturan mengenai modifikasi ini terkandung dalam Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dan PP No 55 tahun 2012 dengan tujuan pada faktor keselamatan berlalu lintas, baik bagi pengendaranya maupun pengguna jalan lain.

Namun, kendaraan modifikasi diperbolehkan asalkan sudah melalui uji tipe. Perubahan pada modifikasi hanya bisa dilakukan oleh bengkel atau agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang ditunjuk.

Mengingat, modifikasi yang dilakukan untuk pengendara disabilitas sudah pasi merubah bentuk dan beberapa komponen. Sehingga, diharapkan bahwa peraturan ini tidak akan menghambat para penyandang disabilitas untuk mendapatkan hanknya.

Selain memperhatikan modifikasi yang dilakukan, para penyandang disabilitas juga harus tetap mempunyai SIM D. Jadi, tanpa SIM meski mempunyai motor yang sesuai, para penyandang disabilitas tidak dapat mengendari motor di jalan raya.

Pihak Kepolisian pun memberikan kelonggaran kepada kaum difabel agar mereka bisa mengendarai sepeda motor di jalan raya. Syaratnya pun sama, setiap orang yang mengendarai sepeda motor di jalan raya harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Namun SIM yang diperuntukkan untuk kaum difabel ini sedikit berbeda. SIM yang akan didapatkan oleh kaum difabel bukanlah SIM C yang dimiliki oleh pesepeda motor pada umumnya, melainkan SIM D.

Baca Juga: SIM Untuk Penyandang Disabilitas: Inilah Cara Mendapatkannya

SIM untuk penyandang disabilitas wujud nyata memberikan kesempatan bagi kalangan difabel untuk menggunakan kendaraan bermotor. Sedangkan untuk proses dan prosedur sudah disesuaikan. SIM untuk disabilitas dinamakan SIM D.

Hal ini juga telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 80 tentang bentuk dan penggolongan SIM. Penyandang disabilitas diperbolehkan mengendarai sepeda motor khusus di jalan raya asalkan mengantongi SIM D.

Penyandang disabilitas yang dimaksud dalam undang-undang adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama, yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan untuk berpartisipasi penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Adanya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengendarai kedaraan modifikasi adalah bentuk keadilan sosial di Indonesia. Hal ini juga menjadikan kita sebagai pengguna jalan untuk saling memperhatikan hak sesama pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *