Taukah kalian jika ada beberepa mitos tentang oli mesin yang beredar di masyarakat? Ya, ternyata ada juga loh, fakta dan mitos tentang oli mesin. Fakta dan mitos biasannya berkaitan saat pergantian oli.

Ada beberapa mitos mengenai penggantian oli mesin, ada beberapa mitos yang sangat umum di masyarakat, yaitu “Jangan mengganti oli mobil yang berbeda merek terlalu sering”. Berbagai macam alasan dan pendapat juga timbul karena mitos tersebut seperti, seringnya menggonta-ganti merek oli mobil akan berakibat mesin cepat rusak, cepat panas (overheat), menurunkan tenaga mesin dan efek lainnya. Jika boleh berpendapat, mitos tersebut bisa dikatakan tidak benar.

Namun apakah mitis tersebut benar? Mari kita bahas mengeai fakta dan mitos tentang oli mesin.

Fakta dan Mitos Tentang Oli Mesin

Seperti yang kita ketahui bahwa oli mempunyai peranan yang sangat penting. Ya, oli merupakan salah satu cairan yang penting untuk kendaraan baik itu motor maupun mobil. Oli sendiri berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen-komponen mesin.

Apabila oli tidak sesuai dengan kebutuhan mesin, otomatis performa mobil maupun motor tidak akan maksimal. Karena begitu pentingnya peran oli bagi mesin mobil, banyak isu atau mitos yang beredar tentang penggantian, jenis, maupun warna oli.

Bahkan, hal ini kerap membuat pemilik mobil maupun motor salah kaprah dan mempercayai mitos yang beredar, sehingga menjalani tips merawat oli yang salah. Apa saja mitos yang beredar di masyarakat yang beredar mengenai oli mesin?

Mitos Tentang Oli Mesin: Warna Oli

Mitos tentang oli mesin yang pertama adalah menganai warna oli. Dimana warna oli yang sudah pekat atau hitam harus diganti. Hmm, apakah benar seprti itu?

Mitos Tentang Oli Mesin
Mitos Tentang Oli Mesin (Sumber Gambar: Google)

Hal ini kembali lagi kepada fungsi oli. Oli tidak hanya sebagai pelumas, tetapi juga untuk membersihkan permukaan dinding silinder terhadap oksida, karbon dan kerak-kerak yang ditimbulkan karena pembakaran.

Jadi, apabila oli berwarna pekat atu hitam berarti oli telah bekerja. Dimana oli oli tersebut yang mengumpulkan partikel-partikel kecil serta mengikatnya agar tidak menjadi endapan di mesin. Sehingga, memberikan dampak warna oli menjadi pekat. Jadi, hal itu merupakan siklus wajar yang terjadi pada oli mesin.

Kecuali, oli sudah rusak dan tidak dapat berfungsi maksimal. Pada dasarnya, oli dapat mengalami kerusakan termal karena suhu yang tinggi. Ini menyebabkan oli menjadi kurang efektif dan beresiko merusak komponen-komponen mesin karena harus bergesekan tanpa pelumas.

Jadi ketika oli berwana pekat atau hitam, jangan langsung diganti. Saat ini banyak oli modern memang dirancang untuk membersihkan mesin sehingga warnanya menjadi pekat. Artinya, oli menjadi pekat karena sudah melakukan tugasnya dengan baik.

Mitos Tentang Oli Mesin: Rajin Mengganti Filter Oli

Mitos tentang oli mesin yang selanjutnya adalah harus mengganti filter oli setiap mengganti oli. Apakah ini benar? Ya, ternyata hal yang satu ini bukan mitos loh, namun fakta.

Mitos Tentang Oli Mesin
Mitos Tentang Oli Mesin (Sumber Gambar: Google)

Berbeda dengan warna oli yang pekat harus diganti merupakan mitos, ternya penggantian filter oli yang harus diganti setiap ganti oli adalah suatu fakta. Penggantian filter oli secara rutin sangat direkomendasikan.

Sebab, penggunaan filter oli yang berkali-kali akan merusak komponen-komponen mesin karena kotoran yang tertampung di filter akan masuk ke mesin bersamaan dengan oli. Jadi, jika melakukan penggantian oli jangan hanya membersihkan filter. Namun juga disarankan untuk diganti setiap melakukan pergantian oli.

Baca Juga: Cara Mengganti Minyak Rem Motor: Waspadai Angin Palsu

Penggantian filter yang dilakukan secara rutin akan mengurangi potensi kerusakan pada mesin karena endapan kotoran. Lakukan penggantian oli dan filter oli di bengkel resmi demi menjaga keaslian dan kualitas produk.
Hati-hati saat membeli filter oli, karena saat ini banyak filter oli palsu yang beredar. Produk imitasi tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal bagi mobil karena daya serap kotorannya tidak sebagus filter oli asli.

Mitos Tentang Oli Mesin: Oli Sintentik

Mitos tentang oli mesin yang selanjutnya adalah mengenai oli sitentik. Mitos di masyarakat mengatakan jika oli sintentik dapat menyebabkan kebocoran pada mesin. Namun, faktanya bukan seperti itu. Jadi, hal tersebut sama sekali tidak benar.

Mitos Tentang Oli Mesin
Mitos Tentang Oli Mesin (Sumber Gambar: Google)

Bahkan oli sintentik sendiri dapat mendeteksi gejala kebocoran, loh. Oli sintetik memiliki teknologi yang membuat molekul lebih kecil dibandingkan oli mineral, sehingga memiliki cara masuk ke dalam celah terkecil di mesin kendaraan. Bahkan hal itu berguna karena oli sintetik bisa mendeteksi gejala kebocoran pada mesin.

Selain itu, oli sintetik lebih direkomendasikan untuk kendaraan keluaran terbaru karena lebih cocok dengan teknologinya. Namun tidak menutup kemungkinan kendaraan lama bisa menggunakannnya. Jika menggunakan oli sintentik, pilihlah oli sintetik dengan kualitas yang baik dan unggulan.

Mitos Tentang Oli Mesin: Konsistensi Oli

Mitos tentang oli mesin yang terakhir adalah konsistensi oli tersebut. Dimana ada mitos jika oli yang encer adalah oli balap, dikarenakan dapat membuat mobil melaju lebih cepat. Namun, bagaimana dengan faktanya?

Mitos Tentang Oli Mesin
Mitos Tentang Oli Mesin (Sumber Gambar: Google)

Faktanya, pemakaian oli encer atau kental ditentukan oleh rekomendasi pabrikan. Oli encer biasanya digunakan untuk mesin yang memiliki celah komponen sempit. Sedangkan mesin mobi atau motor yang memiliki celah komponen lebar, lebih baik menggunakan oli yang lebih kental agar dapat bekerja dengan baik.

Apabila memaksakan memakai oli terlalu encer, komponen-komponen mesin akan bergerak atau bergesekan tanpa pelumasan. Akibatnya, komponen tersebut bisa mengalami panas yang berlebih (overheat) dan membuat mesin jebol.
Hal ini juga akan membuat konsumsi BBM lebih boros karena akan menghambat komponen mobil yang bergesekan, seperti roda gigi, silinder mesin, dan sebagainya. Jadi, gunakalanh oli sesuai yang telah direkomendasi oleh pabrikan.

Baca Juga: Baret Pada Pelek Motor dan Mobil: Tips & Trik Cara Menghilangkan

Ganti oli dibengkel resmi, agar Anda mendapatkan oli yang telah disesuaikan, sebab mekanik mungkin lebih paham.
Itulah beberapa fakta dan mitos tentang oli mesin. Ada beberapa yang memang hal tersebut merupakan fakta, namun ada pula yang hal tersebut merupakan mitos. Apabila kalian bingung, ataupun mendengar hal- hal yang kalian ragu mengenai permesinan kendaraan, maka segeralah datanyakan ke ahlinya.

Sehingga, Anda dapat mengetahui faktanya. Jadi, mitos mana yang paling kalian sering dengan mengenai oli mesin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *