7 Langkah Simpel Merawat Ban Tubeless Motor

Merawat Ban Tubeless

Merawat ban tubeless motor memang tidak lah ribet tapi tetap juga butuh perawatan yang intensif agar tetap nyaman saat di gunakan.

Salah satu kemudahan ban tubeless yang membuat jenis ban ini diminati adalah kepraktisannya.

Karena pengguna ban tubeless tidak perlu repot ketika terjadi kebocoran ban, mereka tidak perlu mengganti atau menambal ban dalam yang bocor.

Merawat Ban Tubeless Motor

Pada prinsipnya ban tubeless tidak menggunakan ban dalam. Jika terjadi kebocoran, pengguna cukup menambal ban dari luar.

Selain itu, sifat ban yang keras dan padat, membuat ban lebih sulit bocor dibandingkan dengan ban biasa.

Walaupun ban tubeless terlihat minim perawatan dan tidak mudah bocor jika terkena paku, tapi tetap saja merawat ban tubeless motor secara intensif sangat diperlukan.

Ban tubeless adalah ban yang tidak memerlukan ban dalam pada penggunaannya dan diawal pembuatan nya diperuntukkan pada sepeda gunung.

Produk yang terbuat dari bahan karet tersebut tidak mudah bocor meskipun terkena benda tajam seperti paku contohnya.

Pada intinya yang perlu diperhatikan adalah tekanan angin ban tubeless, jangan kurang atau lebih, jika terjadi kelebihan angin bisa membuat daya cengkram ban ke aspal berkurang.

Begitu juga jika tekanan angin kurang hal tersebut bisa merusak ban dan melipat saat sedang menikung.

Ban tubeless memiliki dinding pengikat berbentuk gerigi yang berfungsi mencegah angin keluar.

Ban tubeless tidak memerlukan ban dalam karena ada pengikat antara bibir rumah roda dan ban yang dinamakan bead.

Komponen ban yang dinamakan bead tersebut harus mendapatkan perhatian khusus oleh setiap penggunanya.

Bead ini jangan sampai terkena benda tajam karena kalau rusak angin akan secara otomatis keluar.

Dalam kondisi bocor di tengah perjalanan sebaiknya motor juga tidak boleh digunakan karena berpotensi merusak bead.

Ban tubeless sebenarnya masih bisa ditambal dengan catatan pengerjaannya harus sesuai aturan.

Nah bagi anda yang belum paham bagaimana caranya menambal ban tubeless secara mandiri, silahkan simak ulasan nya di link berikut: “Ini lho bedanya Ban Tubeless dan Ban BiasaI

Sepeda motor terbaru saat ini sudah menggunakan ban tubeless sebagai ban bawaan nya.

Memakai ban tubeless juga butuh perawatan agar ban awet dan tetap aman di gunakan untuk berkendara.

Berikut ini beberapa langkah merawat ban tubeless motor.

1. Lakukan Pengecekkan Secara rutin

Pengecekan tersebut di lakukan untuk mengetahui apakah sudah saatnya ban di ganti.

apakah bannya sudah gundul atau bannya hamil? pengecekan ini penting demi keselamatan anda dalam perjalanan.

2. Cek tekanan angin

Pastikan tekanan angin dalam posisi yang sesuai. jangan sampai kurang angin karena akan merusak ban.

Tekanan ban yang terlalu tinggi akan membuat perjalanan anda kurang enak, serasa ngambang tidak menempel aspal.

Biasanya pabrikan sudah menetapkan standar kebutuhan tekanan angin untuk ban depan dan belakang.

Untuk motor bebek dan skuter matic, tekanan ban yang ideal biasanya 28-30 psi di depan dan 33 sampai 34 psi untuk ban belakang.

Sementara untuk motor sport, tekanan angin yang dianjurkan adalah 30 psi untuk ban depan dan 34 psi untuk ban belakang.

3. Jangan pakai cairan anti bocor

Cairan anti bocor yang biasanya berwujud gel dapat berpotensi menyumbat pentil ban.

Potensi itu bisa timbul dari cara pemakaiannya yang melalui pentil, jika tidak mengalir semua maka akan jadi penyumbat jalur pentil.

Ketika gel bekerja menambal, maka ia akan jadi gumpalan dan berkumpul di satu titik bocor itu.

Hal tersebut malah semakin membuat ban kehilangan keseimbangan putarannya.

Wujud cairan yang berupa gel memang bisa mempengaruhi keseimbangan ban.

Bukan hanya bisa mempengaruhi keseimbangan ban, cairan anti-bocor juga bisa merusak permukaan pelek bagian dalam.

Dikarenakan rata-rata cairan anti bocor tersebut ada kandungan pH-nya dan bisa menyebabkan pelek berkarat.

Cairan ini biasanya banyak dijual di tempat penjualan ban lebih baik anda tidak menggunakan cairan ini.

4. Perhatikan saat melepas penyebab kebocoran

Ban tubeless anda bocor, perhatikan saat melepasnya. jangan dilepas jika ban belum akan di tambal.

Cabut atau lepas penyebab kebocoran saat sudah di tempat tambal ban. sehingga langsung di perbaiki.

5. Hindari bawa beban berlebihan

Merawat Ban Tubeless

Membawa beban berlebihan pada sebuah motor akan merugikan kita sendiri. selain itu motor dalam hal ini ban juga bakal cepat rusak jika digunakan untuk membwa beban berlebihan.

Pakai ban sesuai petunjuknya dengan mengacu pada load index dan speed symbol.

Bagi anda yang belum tahu, load index dan speed symbol adalah panduan yang memberi informasi bagaimana sebuah ban bisa menahan beban dan batas kecepatan maksimum yang aman.

Misalnya jika pada dinding ban tertulis kode 90/80-17 M/C 46S, berarti load index ban tersebut adalah 46. Artinya ban bisa menahan beban hingga 170 kg.

Sedang speed symbol ban tersebut kodenya adalah S, yang artinya ban bisa dipacu sampai batas kecepatan maksimum 180 km. Lewat batas kecepatan itu, ban bisa pecah.

6. Jangan biarkan ban kempes terlalu lama

Ban kempes jangan dibiarkan apalagi tetap di gunakan, karena hal tersebut dapat merusak ban dan akhirnya Velg juga bisa ikut rusak.

Velg bisa tidak presisi lagi bentuknya dan yang pasti tambah biaya lagi untuk perbaikan atau ganti baru.

7. Jangan beli ban yang sudah expired

7 Langkah Simpel Merawat Ban Tubeless Motor 1

Ban ada expired nya? Tentu saja ada. ban yang sudah expired biasanya keras. kaku dan karetnya sudah getas. jadi perhatikan saat membeli ban motor ya.

Cara mengetahuinya ban tersebut expired atau belum silahkan anda cermati petunjuk nya yang tertera di garis lingkar ban bagian samping. contoh 3103. artinya ban di buat pada minggu ke 31 tahun 2003. nah ban akan kadaluwarsa sekitar 6 tahun.

Itulah tadi sedikit ulasan tentang langkah langkah merawat ban tubeless motor,.

Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan anda tentang bagaimana caranya merawat ban tubeless motor anda agar awet dan tetap nyaman saat digunakan. (br)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.