Merawat Ban mobil merupakan hal yang harus dilakukan. Selama ini kita mungkin sudah sering mendengar atau bahkan telah mengetahui cara perawatan mesin mobil agar tidak mudah rusak. Namun, apakah kalian sudah mengetahui tentang cara merawat ban mobil? Jika diibartkan seperti manusia , ban merupakan kaki mobil. Sehingga pemilik mobil juga tidak boleh melupakan perawatan untuk komponen mobil yang sau ini.

Perawatan ban mobil tidak hanya memastikan bahwa ban telah terisi angin dengan pas. Namun, ada banyak perawatan untuk komponen yang satu ini untuk mejaga keawetannya. Selain faktor utama penunjang kenyamanan dan keamanan, ban mobil juga membantu kinerja mesin. Ban yang jarang dirawat bisa mengurangi performa kendaraan. Jika hal tersebut dibiarkan, bukan tidak mungkin konsumsi bahan bakar minyak menjadi meningkat alias boros.

Tips Merawat Ban Mobil

Tanpa disadari ban mobil tidak hanya memberikan pengaruh terhadap keselamatan saat berkendara, namun ban mobil juga memberikan kenyamanan saat berkendara. Untuk itu, jangan samapi ban mobil gundul atau sobek bahakan retak –etak Anda baru mau melakukan perawatan terhadap komponen yang satu ini. Perlu diketahui, bahwa merawat ban mobil itu sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Perawatan ban sebaiknya mulai dilakukan ketika ban baru terpasang di velg, jadi jangan menunda berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun.

Selalu Mengecek Tekanan Angin

Merawat Ban Mobil
Merawat Ban Mobil (Sumber Gambar: Google)

Hal ini merupakan hal yang paling dasar dan paling sering dilakukan oleh pemilik mobil, yaitu mengisi angin pada ban. Namun, ada baiknya jika Anda selalu memastikan tekanan angin pada ban mobil Anda. Jangan tunggu terasa kempes baru Anda memastikan tekanan angin. Mengecek tekanan angin pada ban, selain demi keamanan dan kenyamanan, tekanan udara yang sesuai dengan spesifikasi akan membuat usia ban lebih panjang dan juga hemat bahan bakar. Jika tekanan udara pada ban kurang, maka resiko untuk mengalami pecah ban lebih besar. Karena dinding samping ban akan dipaksa selalu bersentuhan dengan jalan dan pada akhirnya menjadi aus/ tipis sehingga tidak akan kuat menahan bobot mobil.

Pada buku manual kendaraan juga biasanya tersedia mengenai informasi ukuran tekananudara yang sesuai dengan ban yang dari pabrik. Tekanan udara maksimum yang diijinkan pabrikan ban juga biasanya tercetak di dinding ban, jangan melampaui tersebut. Pengeceekan angin juga tidak hanya dilakukan pada ban utama. Namun juga pada ban cadangan. Biasakan untuk mengisi tekanan ban cadangan lebih tinggi dari ban utama, kurang lebih sekitar 40 psi. Sebab ban cadangan punya kemungkinan penurunan tekanan. Lakukan cek angin pada ban cadangan tiap satu bulan sekali.

Baca Juga: Dampak Pengharum Mobil Pada AC: Perhatikan Sebelum Memilih!

Melakukan Rotasi Ban

Tips merawat ban yang selanjutnya adalah dengan melakukan rotasi ban. Selain memeriksa tekanan angin, merotasi ban mobil juga jadi salah satu hal yang kerap dilupakan oleh banyak orang. Merotasi ban mobil dilakukan untuk memperpanjang umur pemakaian ban.

Melakukan rotasi atau perpindahan posisi keempat ban mobil memang diperlukan. Gunanya agar tingkat keausan ban akan menyebar secara merata, sehingga mempengaruhi kenyamanan berkendara. Rotasi ban ini direkomendasikan untuk dapat dilakukan tiap kelipatan 10.000 km. Ban depan mobil akan lebih rentan terjadi gesekan dan menyebabkan lebih cepat botak. Nah, sebelum permukaan ban rata, lebih baik kamu merotasi ban depan dengan ban belakang. Kamu bisa melakukan rotasi ban setiap 7.500 hingga 10.000 kilometer.

Spooring dan Balancing

Selain melakukan rotasi ban, Anda juga perlu melakukan spooring dan balancing. Apa itu spooring dan balancing? Spooring dan balancing dilakukan untuk mengecek terhadap kondisi kelurusan ban. adi Spooring sendiri dilakukan untuk meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti semula, sedangkan balancing adalah proses menyeimbangkan putaran roda mobil. Jika perawatan ini tidak dilakukan, imbasnya akan membuat tidak nyaman dikendarai, setir terasa bergetar dan parahnya lagi ban mobil akan mengalami keausan yang tidak merata.

Spooring dan balancing bisa dilakukan setiap pergantian ban baru, rotasi ban, atau jika ban bergetar pada saat mencapai kecepatan tertentu serta adanya gejala kemudi mobil menarik ke arah kanan atau kiri pada saat berkendara. Atau Anda dapat melakukan hal ini idealnya dapat dilakukan setiap 10.000km, bersamaan dengan rotasi ban.

Apabila Anda merasakan setir mobil terasa bergetar atau sudah tidak lurus lagi. Atau jika anda berjalan lurus, kemudian mobil akan cenderung ke kanan atau ke kiri. Itu dapat menjadi indikator untuk melakukan spooring dan balancing. Jadi, lakukanlah perawatan ini secara berkala untuk memastikan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

Perhatikan Beban Muat Angkut Mobil

Perawatan terhadap ban mobil selanjutnya berhibungan dnegan cara Anda mengendarai mobil Anda. Yaitu beban angkut mobil. Perhatikan batas maksimum daya angkut mobil Anda. adi bawalah barang sesuai dengan anjuran dan tidak berlebihan. Sebab, beban yang berlebihan bisa mengakibatkan ban mobil jadi cepat rusak. Selain itu, beban yang melebihi kapasitas beban angkut karena akan mengganggu fungsi ban dan juga pengereman serta berpotensi mebahayakan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Baca Juga: AC Mobil Rusak: Hal Yang Dapat Menyebabkan AC Mobil Rusak

Perhatikan Gaya Mengemudi

Merawat Ban Mobil
Merawat Ban Mobil (Sumber Gambar: Google)

Ternyata cara mengemudi yang Anda lakukan juga dapat berpengaruh pada umur mobil. Misalnya jika Anda terlalu sering melakukan pengereman dan menikung di kecepatan tinggi. Maka kondisi ban akan cepat aus, selain itu gaya mengemudi seperti itu lebih berbahaya. Selain itu apabila Anda terlalu sering melakukan pengereman dan menikung di kecepatan tinggi. Maka kondisi ban akan cepat aus, selain itu gaya mengemudi seperti itu lebih berbahaya.

Khusus untuk ban serep yang ditempatkan di kolong mobil, perlu mendapatkan perawatan ekstra. Alasannya, ban serep di kolong mobil bisa dengan mudah terkena cipratan lumpur atau kotoran, terlebih kalau ban serep tersebut tidak diberi pelindung tambahan. Kotoran bisa bisa menempel di bagian antara rim dengan bead (pinggir ban yang menempel ke pelek). Jika kotoran ini mengering, maka berisiko membuat celah antara pelek dan ban. Akibatnya, angin gampang keluar dan membuat ban jadi kehilangan tekanan anginnya. Oleh sebab itu, bagi Anda yang memiliki mobil dengan ban serep di kolong, maka sangat disarankan untuk lebih rajin mengecek, membersihkannya, serta menjaga tekanannya.

Baca Juga: AC Mobil : 5 Komponen AC Yang Memerlukan Servis Rutin

Itulah tips dalam merawat ban mobil secara mudah. Bahakan merawat mobil dapat dimulai dari cara menggunakannya. Jadi, jangan tunda – tunda dalam merawat ban mobil Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *