Memilih masker kain untuk digunakan dalam keseharian banyak dilakukan orang –orang di tengah pandemi. Memilih masker kain dianggap pilihan paling tepat. Pasalnya, saat ini kita wajib menggunakan masker saat keluar rumah dan kita tidak tahu sampai kapan pandemi akan berakhir. Sehingga, masker kain yang dapat digunakan berulang dan di izinkan oleh kesehatan akan membatu meghemat anggaran.

Saat ini, masker kain telah banyak tersedia. Berbagai warna, motif , dan model sehingga tetap fashionable saat digunakan. Selain itu, harga masker kain juga sangat terjangkau. Jadi, semua kalangan dapat membelinya.

Meskipun saat pandemi masker kain dapat digunakan, sampai saat ini belum ada penelitian terkait desain masker kain baik untuk mencegah virus. Namun, sebagai petunjuk untuk memilih masker kain, pastikan masker dapat menutup bagian atas hidung sampai area dagu.

Selain itu, pastikan masker kain terpasang pas atau dapat menutup mulut dan hidung dengan sempurna. Anda bisa mengaturnya dengan tali atau karet elastis. Tapi yang paling penting, masker benar-benar pas. Masker kain tiga lapis (dengan lapisan yang bisa diberi tisu untuk filter tambahan) lebih bagus ketimbang masker kain dua lapis.

Selain banyaknya model, masker kain juga tersedia dalam berbagai jenis bahan. Sehngga, kita harus jeli dalam memilih masker kain. Sehingga akan sesuai dengan fungsinya.

Memilih Masker Kain

Adanya pandemi menyebabkan menjamurnya masker kain di pasaran. Sehingga, kita harus jeli saat membelinya. Pasalnya tidak semua masker kain layak digunakan. Lalu, apakah Anda sudah tau mengenai masker kain yang direkomendasikan?.

Memilih Masker Kain
Memilih Masker Kain (Sumber Gambar: Google)

Pilihlah masker kain yang dapat menutup wajah dengan sempurna. Sesuaikan ukuran masker dengan wajah. Pastikan masker kain dapat menutupi hingga bagian pangkal hidung serta sebagian besar pipi. Anda bisa memilih model yang persis seperti masker bedah sekali pakai maupun yang bentuknya cenderung bulat seperti masker N95.

Selanjutnya pastikan pula bahwa tali maupun karet pada masker kain dapat menjaga masker tetap berada di tempatnya selama Anda beraktivitas. Sebab, tali atau karet yang terlalu longgar berpotensi membuat Anda lebih banyak menyentuh wajah untuk mengoreksi posisi masker. Padahal, saat pandemi ini kita dianjurkan meminimalisir menyentuh bagian muka.

Kain masker juga harus memiliki ketebalan dan kerapatan struktur. Sebab, banyaknya masker kain di pasaran tidak semua terbuat dari bahan yang memiliki ketebalan dan kerapatan struktur. Jadi, perhatikan pula bahan yang digunakan. Jangan utamakan motif yang keren maupun lucu namun, ternyata tidak cukup untuk melindungi.

Masker yang terdiri dari beberapa lapis kain akan lebih aman menahan percikan ludah. Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 menyarankan masker kain minimal terdiri dari 3 lapis kain. Sedangkan untuk materialnya disarankan untuk menggunakan kain katun 100%, alias kain katun yang ditenun tanpa campuran benang lain.

Perlu diperhatikan juga untuk tidak asal memilih masker yang tebal. Sebab masker yang terlalu tebal dapat mengganggu jalannya napas. Jadi, pastikan Anda dapat bernapas dengan baik dengan ketebalan masker yang sesuai.
Selain meastikan ketebalan, pastikan juga kain terbuat dari bahan yang dapat mengalami perubahan bentuk jika dicuci. Jika setelah Anda cuci masker berubah bentuk, pilih bahan lain yang lebih kokoh.

Memilih Masker Kain dari Bahan yang Digunakan

Tidak semua kain dapat digunakan sebagai masker. Mengingat ketebalan dan kerapatan struktur kain yang berbeda. Untuk itu saat memilih masker kain perlu diperhatikan. Jangan sampai memilih kain yang terlalu tipis sehingga tidak memiliki fungsi yang maksimal. Namun, juga jangan memilih masker kain yang terlalu tebal, sebab akan mengganggu jalannya napas.

Memilih Masker Kain: Tips Menentukan Jenis Bahan yang Baik untuk Masker 1
Memilih Masker Kain (Sumber Gambar: Google)

Memilih bahan masker kain, pertimbangan utamanya adalah efektivitas mencegah droplet dan dapat nyaman digunakan untuk bernapas. Hindari kain tenun, kain rajutan, kain poliester, spandeks, kain yang susah kering, atau kain yang mudah lembab. Kain yang susah kering dan mudah lembab rentan menjadi sarang kuman berkembang biak.

Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat masker kain. Bahan –bahan tersebut memiliki ketebalan dan struktur kain yang pas digunakan untuk membuat masker. Apa saja jenis bahan yang pas digunakan untuk membuat masker kain?. Berikut ulasannya.

Pertama adalaha bahan katun. Katun menjadi bahan yang paling populer yang digunakan untuk membuat masker kain. Sebab, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa bahan katun adalah salah satu bahan terbaik untuk tujuan pencegahan virus corona.

Hal ini karena katun memiliki serat kecil yang dapat menahan partikel virus, sehingga virus tidak dapat menembus kain dan terhirup oleh penggunaannya. Bahan katun dari kaospun dapat digunakan untuk membuat masker. Namun, bahan katun dari kaos hanya dapat menyaring kurang dari 10 persen partikel kecil.

Selanjutnya, kanvas menjadi bahan yang dapat dipilih sebagai masker. Sebab, kanvas memiliki ketebalan 0,4–0,5 milimeter, dapat menyaring 84 persen partikel besar dan 19 persen partikel kecil.

Bahan selanjutnya adalah nilon. Bahan nilon 70D juga efektif dalam penyaringan yang dapat menahan 77 persen partikel besar dan 12 partikel kecil. Selain itu, nilon juga memungkinkan pengguna untuk bernapas dengan mudah. Para peneliti juga menguji bahan nilon 40D yang bahkan memiliki tingkat filtrasi yang lebih tinggi, tetapi lemah dalam keleluasaan bernapas, sama seperti bahan kanvas.

Baca Juga: Jenis dan Sanksi Pelanggaran Lalu Lintas

Bahan yang paling bagus digunakan sebagai masker kain adalah serat alami. lebih merekomendasikan serat alami dibandingkan sintetis, karena bahan alami, seperti kertas dan katun, memiliki kekasaran dan ketidakteraturan bahan yang dapat meningkatkan kemampuan penyaringan mereka.

Cara Merawat Masker Kain

Saat memakai masker, hindari menyentuh sisi bagian depan masker karena virus yang menempel di masker akan berpindah ke tangan Anda. Saat melepas masker, lakukan dengan cara melepas bagian tali pengikat atau karet telinga tanpa menyentuh permukaan masker. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah menggunakan masker.

Setiap kali setelah digunakan, Anda harus mencucinya. Karena itu, memiliki lebih dari satu masker kain lebih baik. Hindari melepasnya, menyimpannya ke dalam tas, lalu memakainya kembali.

Menggunakan masker, baik masker kesehatan maupun masker kain bukan meruapakan sarana utama pencegahan dalam pandemi. Sehingga tetap ikuti protokol kesehatan. Seperti Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta melakukan physical distancing. Selain itu, jangan terlalu sering menyentuh bagian muka dengan tangan. Apalagi ketika baru saja melakukan aktifitas diluar ruangan.

Baca Juga: Jenis Rambu Lalu Lintas: Macam dan Makna Setiap Warna

Gunakan masker dengan cara yang benar Masker dapat melindungi seseorang dari penyakit yang menular lewat saluran pernapasan, termasuk infeksi virus corona, saat digunakan dengan benar. Anda perlu membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan masker, menggunakan masker dan jangan menyentuh bagian depan, dan pastikan mulut dan hidung tertutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *