Yuk! 7 Komponen Alternator dan Fungsinya

Apa kalian tahu apa itu Alternator? Mungkin bagi kalian yang suka otomotif ataupun yang memang bekerja di dunia otomotif sudah tidak asing dengan salah satu komponen alternator yang ada ada kendaraan ini.

Meskipun namanya terdengan asing, namun sama dengan komponen mobil lainnya, Alternator juga memiliki fungsi yang penting, loh. Jadi, keberadaanya tentu akan mempengaruhi bagian mobil yang lain.
Yuk, kita simak mengenai penjelasan tentang Alternator selengkapnya!

Apa Itu Alternator?

Alternator adalah sebuah komponen mobil yang berfungsi untuk menghasilkan atau membangkitkan arus energi listrik bagi seluruh komponen kelistrikan sekaligus pengisian aki. Alternator juga biasa disebut dengan Dinamo. Nah, mungkin untuk dinomo terdengar lebih familiar bukan?

Jadi, karena fungsinya maka keberadaan Alternator sangatlah penting. Hal ini karena banyak komponen yang membutuhkan kelistrikan untuk dapat bekerja. Komponen dalam kendaraan yang membutuhkan listrik ini misalnya seperti lampu, AC mobil, tape mobil dan juga wiper. Oh, ya Alternator memiliki beberapa komponen di dalamnya. Kita akan bahas pada poin selanjutnya, ya.

Nah, untuk menyalakan atau menjadikan komponen-komponen itu bisa berfungsi sebagaimana mestinya, dibutuhkan sebuah tenaga listrik. Hal tersebut dilakukan oleh sebuah alat yang bisa membangkitkan atau menyuplai tenaga listrik, yaitu yang disebut dengan alternator.

Sama seperti bagian mobil yang lain, Alternator juga harus selalu dirawat dan jangan sampai mengalami kerusakan. Ada beberapa hal yang apat menjadi penyebab kerusakan dari bagian ini.

Misalnya kerusakan terjadi akibat terjadi akibat adanya penambahan beban listrik yang berlebihan pada kendaraan. Misalnya penambahan lampu dan AC mobil dengan konsumsi energi yang cukup besar.

Hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada alternator dan memperpendek umur aki mobil. Nah, itulah sebabnya kita tidak dapat sembarangan dalam melakukan modifikasi ya, guys.

Baca Juga: Kenapa Klakson Motor Mati? Berikut Penyebabnya

Nah, apabila terjadi kerusakan makan akan menimbulkan gangguan pada fungsi kendaraan. Gangguan tersebut ada yang bisa terlihat langsung dan mengakibatkan tidak berfungsinya salah satu komponen pada kendaraan, dan ada pula yang hanya berupa gangguan kecil.

Gangguan yang disebabkan alternator yang rusak, yang pertama adalah timbulnya suara mendecit seperti suara tikus. Hal ini bisa terjadi bila ujung rotor coil tidak lagi bertumpu pada bearing. Apabila tidak segera diperbaiki, ini akan mengakibatkan tidak berputarnya pulley alternator.

Komponen Alternator
Komponen Alternator (Sumber Gambar: Google)

Gangguan lainnya yang ditimbulkan akibat rusaknya alternator adalah alternator tidak bisa menyuplai energi listrik dengan baik ke aki. Apabila hal ini terjadi, maka otomatis mesin kendaraan tidak bisa menyala saat dihidupkan.

Komponen Alternator

Selanjutnya adalah komponen Alternator itu sendiri, apa saja sih komponen dari bagian mobil yang satu ini? Secara keseluruahn ada 7 komponen Alternator yang perlu diketahui. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Rotor Coil

Komponen yang akan pertama kita bahas adalah Rotor Coil. Nah, komponen yang satu ini berfungsi untuk menyediakan medan maget. Nah, nantinya medan maget ini yang akan menghasilkan aliran listrik.

Nantinya, Alternator bekerja dengan memanfaatkan perpotongan garis gaya magnet. Sehingga, untuk menghasilkan hal tersebut maka diperlukan adanya medan magnet yang dibangkitkan terlebih dahulu.

Nah, pada pengisian alternator mobil, rotor terbuat dari kumparan yang bisa mengeluarkan medan magnet hanya apabila dialiri arus listrik. Dari mana arus listrik berasal? Tentu saja dari aki. Aki berfungsi sebagai penyalur listrik.

Tanpa aki, tentu mobil tidak bisa dihidupkan. Rotor ini terhubung ke poros alternator, sehingga saat poros berputar rotor juga berputar dan medan magnet akan bergerak-gerak.

Stator Coil

Komponen Alternator yang selanjutnya adalah Stator Coil. Stator coil adalah kumparan statis yang berfungsi menangkap perpotongan medan magnet. Lokasi stator ada di bagian luar rotor coil. Ada jarak beberapa milimeter antara permukaan rotor dengan permukaan stator.

Karena jaraknya cukup kecil, maka medan magnet dari stator akan menyentuh kumparan stator. Sehingga begitu rotor diputar, medan magnet tersebut akan berpotongan dengan stator coil. Seperti yang dijelaskan diatas, untuk menghasilkan arus listrik, maka medan magnet harus berpotongan dengan kumparan.

Komponen Alternator
Komponen Alternator (Sumber Gambar: Google)

Nantinya, pada kumparan statis tersebut akan timbul aliran listrik dengan tegangan dan arah tertentu.

Alternator Shaft

Komponen Alternator yang selanjutnya adalah Alternator Shaft. Poros alternator berfungsi sebagai penghubung antara bagian pulley dengan rotor. Sehingga putaran dari pulley alternator bisa tersambung ke rotor dan rotor dapat berputar.

Brush

Komponen Alternator yang selanjutnya adalah Brush. Brush atau sikat adalah komponen alternator tembaga berbentuk kotak kecil, yang digunakan untuk menghubungkan arus listrik ke rotor coil.

Kita tahu bahwa rotor memerlukan arus listrik untuk membangkitkan kemagnetan namun rotor ini juga berputar. Jadi arus listrik tidak bisa disambungkan begitu saja menggunakan kabel. Jalan keluarnya, yakni dengan memanfaatkan dua buah brush yang menekan slip ring.

Slip ring sendiri merupakan bagian pada ujung poros alternator yang terhubung ke dua ujung kumparan rotor. Sehingga saat brush ini menempel pada slip ring maka arus listrik akan tersalur ke rotor.

Bearing

Komponen Alternator yang berikutnya adalah bearing. Komponen ini merupakan tumpuan dari ujung-ujung rotor coil untuk berputar. Dengan demikian, bearing ini juga terdapat lebih dari satu.

Komponen Alternator
Komponen Alternator (Sumber Gambar: Google)

Bearing berfungsi sebagai bantalan yang akan melapisi poros alternator dengan frame alternator. Sebetulnya bukan hanya pada alternator, semua mekanisme putaran pada sistem apapun wajib memiliki bearing.

Baca Juga: Ganti Plat Motor: Apa Syarat- Syaratnya?

Tanpa bearing maka putaran poros bisa lebih kasar dan berat. Pada alternator, umumnya ada dua buah bearing yang diletakan dibagian frame depan dan frame belakang.

Alternator Fan

Komponen Alternator yang selanjutnya adalah Alternator Fan. Fungsinya yaitu untuk mendinginkan kumparan baik stator dan rotor saat bekerja. Kipas ini diperlukan untuk mencegah alternator overheat, karena panas berlebih di dalam alternator akan mengganggu proses pengisian arus listrik secara keseluruhan.

Dioda

Komponen Alternator yang selanjutnya adalah Dioda. Rectifier atau rangkaian dioda adalah komponen untuk mengubah arus AC menjadi DC. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh alternator biasanya merupakan arus bolak balik. Melalui alat dioda ini arus listrik bisa diubah menjadi arus searah yang akan dialirkan ke dalam komponen yang membutuhkan listrik.

Ya, itulah fungsi dan kompoenn Alternator yang perlu diketahui. Nah, diakrenakan fungsi alternator ini sangat penting bagi kendaraan bermotor, maka alternator harus dijaga agar kondisinya tetap stabil, sehingga bisa berfungsi dengan normal.

Lia

Menulis pertama kali di orapada dimulai tangga 3 Juni 2020. Fokus penulisannya seputar informasi dunia otomotif. Khususnya Mobil, Motor dan life plus. Termasuk tips dan kiat aplikasi berkendara dalam kehidupan sehari-hari.

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published.