Kenalan Yuk dengan Mobil 4WD (Four Wheel Drive)

Mobil 4WD

Kita sering mendengar istilah Mobil 4WD (Four Wheel Drive) pada kendaraan roda empat, lalu sebenarnya apakah Four Wheel Drive tersebut?

Four Wheel Drive atau biasa kita sebut 4WD adalah salah satu jenis prinsip kerja perpindahan daya pada kendaraan roda empat.

Jika kita kategorikan lagi jenis drive train atau perpindahan daya pada mobil itu ada 3 jenis : 2WD (two wheel drive), 4WD (four wheel drive) dan AWD (All wheel drive).

Fungsi Mobil 4WD (Four Wheel Drive)

Peng kategori an tersebut didasarkan pada kemana saja daya dari mesin yang ditranmisikan ke setiap roda mobil tersebut.

Penjelasan singkatnya begini 2WD adalah sistem yang men-transmisikan daya mesin hanya ke dua roda yang satu poros (shaft) pada kendaraan beroda empat sedangkan roda yang lainnya hanya akan mengikuti alur pergerakan dari kedua roda tersebut.

Sedangkan mobil 4WD adalah sistem yang men transmisikan daya mesin ke empat roda dengan cara memindahkan daya pada kedua poros roda baik itu yang depan dan belakang secara bersama sama.

Tapi biasanya 4WD hanya bersifat part time. Sementara sistem AWD bisa disebut dengan full time nya 4WD dikarenakan kerja roda AWD memang dirancang untuk mampu menghadapi segala jenis permukaan jalan.

Sistem transmisi 4WD pertama kali di perkenalkan yaitu di tahun 1949 yang hanya diaplikasikan ke kendaraan kendaraan perang yang memang sering melalui medan yang sulit.

Di awal kemunculannya sistem ini sangat membutuhkan kemampuan pengemudi yang benar benar mahir serta di atas rata-rata kemampuan mengemudinya.,

Tetapi sekarang dengan pesat nya geliat perkembangan otomotif sistem ini mulai bisa dengan mudah digunakan oleh semua pengemudi.

Di era sekarang ini dikenal beberapa tipe sistem penggerak 4WD yaitu: Part-time 4WD, Selectable 4WD, Permanent 4WD dan Automatic 4WD, plus sistem penggerak semua-roda (AWD).

Mobil 4WD

Sebelum kita mengetahui lebih jauh tentang sistem perpindahan daya penggerak 4WD pada kendaraan roda empat, mari kita kupas dahulu komponen penyusun sistem 4WD tersebut:

1. Komponen Differential

Merupakan komponen pada 4WD yang penerapannya berfungsi untuk meneruskan torsi dari mesin menuju poros penggerak roda mobil.

Komponen differential juga difungsikan untuk dapat mengatur putaran pada roda ketika berbelok.

Pada kondisi roda berbelok tersebut roda bagian dalam harus berputar dengan kecepatan yang lebih rendah dari pada roda bagian luar.

Komponen differential pada sistem 4WD ditempatkan antara kedua roda belakang maupun roda depan.

Jenis differential pun berbeda-beda biasanya disesuaikan dengan desain kendaraan yang dipakai.

2. Komponen Transfer Case

Komponen transfer case ini merupakan komponen yang berfungsi membagi daya antara penggerak roda depan dengan penggerak roda belakang.

Disaat kondisi roda berbelok kemudian differential mengatur kecepatan roda bagian dalam dan bagian luar.

Fungsi utama dari transfer case pada sistem 4WD adalah mengunci penggerak depan dengan penggerak roda belakang agar menghasilkan kecepatan putar yang sama antara roda depan dan belakang.

Pada sistem part-time 4WD kebanyakan transfer case sudah dilengkapi dengan gear-gear tambahan yang memberikan low range pada kendaraan.

3. Komponen Locking Hub

Komponen Locking Hub penempatannya di terapakn pada setiap roda 4WD.

Ketika sistem four wheel drive sedang di nonaktifkan, nah komponen locking hub ini akan berfungsi sebagai pemutus roda depan dengan differential, half shaft (penggerak yang menghubungkan differential menuju hub) dan driveshaft (poros penggerak).

Sehingga pada kondisi tersebut kendaraan sedang menggunakan sistem 2WD.

Prinsip Kerja Sistem 4WD (Four Wheel Drive)

Mobil 4WD

Setelah anda mengetahui komponen penyusun four wheel drive mari kita lanjut ke penjelasan tentang bagaimana prinsip kerja dari mobil 4WD.

Ketika mesin mobil dihidupkan maka akan memutar poros mesin yang menghasilkan daya yang bervariasi tergantung pada kecepatan putar mesin.

Daya tersebut kemudian ditransmisikan dengan gear box ke poros penggerak bagian belakang yang terhubung dengan differential dan diteruskan menuju roda melalui poros serta locking hub roda belakang.

Pada kondisi tersebut kendaraan masih menggunakan sistem 2WD.

Kemudian sistem dipindahkan dari 2WD menuju 4WD dengan cara menggunakan tuas atau tombol yang terhubung dengan transfer case.

Transfer case tersebut akan mengunci poros penggerak belakang dan poros penggerak roda depan sehingga daya yang ditransmisikan tidak hanya terjadi pada bagian belakang saja.

Kemudian poros penggerak depan juga meneruskan menuju differential depan yang kemudian diteruskan ke poros roda depan menuju locking hub sehingga roda depan juga ikut bergerak.

Pada kondisi tersebut, kecepatan putar roda belakang dan roda depan sama.

Disaat kondisi roda berbelok barulah differential akan memainkan perannya untuk mengatur kecepatan roda bagian dalam dengan roda bagian luar dimana kecepatan roda luar lebih tinggi daripada roda bagian dalam.

Hal tersebut akan membantu kendaraan agar dapat berbelok dengan baik.

Sistem kerja mobil 4WD sering diterapkan pada mesin mobil-mobil SUV dan jeep atau kendaraan roda empat yang sering dipakai untuk kegiatan offroad.

Berikut beberapa mobil yang menerapkan sistem 4WD, yaitu: Toyota Hilux, Audi Q5, BMW X3 xDrive20d, Toyota Fortuner 2.7 dan masih banyak yang lainnya.

Setiap sistem selalu ada kekurangan dan kelebihannya begitu juga dengan sistem 4WD (Four Wheel Drive) ini, mari kita simak :

Kelebihan Mobil Sistem 4WD :

– Dapat menghadapi kondisi jalan yang buruk

– Dapat mengatur kecepatan roda baik depan maupun belakang

– Sangat baik untuk penggunaan di medan off-road

– Keempat roda memperoleh daya mesin secara permanen

– Memiliki empat tingkat seting mode pada sistem penggerak rodanya, yaitu: 2WD, 4WD Hi, 4WD Lo, N

Kekurangan Mobil Sistem 4WD:

– Membutuhkan daya lebih besar

– Konstruksi yang lebih rumit dan perawatan yang tidak mudah

– Dibutuhkan komponen tambahan untuk menggerakan kedua poros penggerak

– Harga relatif lebih mahal

– Menambah beban kendaraan

– Kurangnya efisiensi penggunaan bahan bakar

Salah satu cara untuk mengetahui mobil ber penggerak empat roda (4WD) jika anda masih awam adalah dengan melihat tuas persenelingnya.

Biasanya pada mobil 4×4 dilengkapi dua tuas yang berada di tengah konsol.

Tuas yang pertama ber ukuran lebih tinggi dan berfungsi sebagai transmisi utama dan posisinya berada tepat di tengah konsol.

Pada tuas utama tersebut dilengkapi dengan nomor gigi seperti transmisi di mobil pada umumnya.

Sedangkan tuas kedua berada di sebelahnya dan dengan ukuran lebih kecil.

Tuas ini merupakan transfercase yang berfungsi mengatur atau membagi penyaluran tenaga mesin dari transmisi ke roda.

Tuas transfercase terdiri dari simbol 2H (2WD high range), 4Lo (Low Range), 4Hi (4WD high range), dan N (netral).

Simbol 2H (2WD High Range) berfungsi memposisikan sistem penggerak menyalurkan tenaga hanya ke dua ban belakang.

Biasanya, pengaturan ini digunakan saat mobil berhadapan dengan jalan normal atau mulus.

Walau begitu, pilihan ini memiliki kelemahan karena mobil bergerak kurang stabil disebabkan yang bergerak hanya roda belakang.

Simbol 4L (4WD low range) atau biasa dikenal dobel berat. Di pengaturan ini mengizinkan mobil mendapatkan traksi yang lebih besar, tetapi hanya bisa digunakan di kecepatan maksimal 50 kilometer per jam.

Selanjutnya simbol 4H (4WD high range), pada posisi tuas di 4H perbedaan pergerakan roda akan lebih terasa ketimbang ketika tuas di posisi 2H atau 4L

Karena pada posisi 4H tersebut keempat roda mendapat dorongan tenaga yang besar dari mesin secara bersamaan dan cocok dipakai menghadapi jalan licin, tanjakan, turunan terjal, lumpur berat, jalan miring, serta cerukan dalam.

Dan pada posisi 4H tersebut kecepatan pun tinggi bisa diatas 50 kilometer per jam dan kestabilan mobil saat melaju kencang di posisi 4H tersebut lebih stabil karena roda di gerakkan bersama dengan asupan tenaga yang sama juga.

Baca Juga : “Sebelum Membeli Kenali Dulu Jenis Mobilnya

Ok demikian tadi informasi singkat seputar mesin mobil 4WD, kami berharap dengan anda membaca serta memahami informasi diatas dapat menambah pengetahuan anda di bidang otomotif.

Dan selanjutnya anda pun dapat lebih bijak untuk memilih kendaraan mana yang cocok untuk memenuhi kebutuhan beraktifitas anda sehari hari. (br)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.