Jenis SIM di Indonesia – SIM merupakan syarat utama untuk dapat mengendarai kendaraan. Jenis SIM di Indonesia sendiri beragam. Total ada delapan jenis SIM yang harus Anda ketahui. SIM sendiri mempunyai fungsi sebagai bukti kemampuan seseorang dalam mengemudi kendaraan bermotor. Selain itu SIM juga berfungsi sebagai regristasi data pengemudi kendaraan bermotor yang digunakan untuk mendukung penyelidikan, penyidikan dan identifikasi forensik kepolisian.

SIM sendiri diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia, dan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 7 Ayat 1 yang mengatakan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai jenis kendaraannya.

Jika Anda berkendara tanpa memiliki atau membawa SIM, maka akan membuat Anda berurusan dengan hukum. Sanksi yang diberikan bisa berupa denda atau tindakan lainnya yang dianggap perlu dilakukan oleh petugas. Sanksi atas tidak memiliki SIM juga telah diatur dalam peraturan.

Untuk itu Anda wajib memiliki SIM jika ingin mengendarai kendaraan. Terdapat 2 jenis Surat Izin Mengemudi (SIM) menurut UU No. 22 Tahun 2009, yaitu Surat Izin Mengemudi Kendaraan bermotor Perorangan dan Surat Izin Mengemudi Kendaran bermotor Umum.

Di Indonesia, pihak yang menerbitkan Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Setiap Calon pengemudi harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti persyaratan usia, administratif, kesehatan dan lulus ujian untuk dapat memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diinginkan. Ya.. untuk mendapatkan SIM nantinya akan diuji secara tertulis dan juga praktik.

Jenis SIM di Indonesia: Syarat

Sesuai dengan peraturan bahwa SIM terdiri dari SIM kendaraan bermotor perorangan dan SIM kendaraan bermotor umum. Dimana masing – masing dari kedua kategori ini memiliki kategori lagi. Setiap jenis SIM menunjukkan jenis kendaraan yang dapat Anda kemudikan.

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan SIM perorangan maupun SIM umum. Syarat untuk mendapatkan kedua jenis SIM ini telah diatur dalam Undang –undang. Tepatnya untuk SIM pribadi diatur dalam dalam Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009.

Adapun syarat –syarat yang harus dipenuhi dalam membuat SIM peroranga menurut UU yaitu:

Pertama adalah telah berusia 17 tahun untuk pengajuan SIM A, C, dan D, telah berusia 20 tahun untuk pengajuan SIM B1, dan telah berusia 21 tahun untuk pengajuan SIM B2.

Syarat selanjutnya adalah pemohon melengkapi syarat administrasi seperti KTP, mengisi formulir, membuat rumusan sidik jari, serta Surat Keterangan Sehat dokter dan telah lulus tes psikologi.

Selanjutnya adalah pemohon wajib mengikuti ujian teori dan dinyatakan lulus, kemudian melakukan praktik atau simulasi berkendara pada layanan yang telah disediakan. Syarat berikutnya adalah bagi pemohon jenis SIM B1 harus harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan. Sedangkan pemohon SIM B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.

Baca juga: SIM Untuk Penyandang Disabilitas: Inilah Cara Mendapatkannya

Sedangkan untuk SIM umum diatur dalam Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) UU No. 22 Tahun 2009. Adapun syarat – syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan SIM umum.

Syarat yang pertama yaitu telah memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan sama seperti SIM perorangan. Selanjutnya, telah dinyatakan lulus ujian teori dan praktik.

Bagi pemohon SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan. Sedangkan bagi pemohon SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan. Yang terakhir bagi pemohon jenis SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.

Jenis SIM di Indonesia

jensi sim di indonesia
jensi sim di indonesia

Setelah mengetahui syaratnya, mungkin sebagian dari kalian ada yang kebingungan mengenai apa fungsi SIM A, SIM B2, SIM B1, dan lain sebagainya. Berikut adalah jenis SIM di Inonesia yang berlaku.

SIM Kendaraan Perorangan

Jenis SIM di Indonesia yang satu ini harus dimiliki oleh setiap orang yang mengemudikan kendaraan pribadinya di jalan. Ada beberapa jenis SIM perorangan yang tercantum dalam Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009.

Petama adalah SIM A. SIM A adalah SIM yang diperuntukan bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg. Kendaraan yang dimaksud berupa mobil penumpang perseorangan dan mobil barang perseorangan. Syarat usia untuk mendapatkan SIM ini minimal harus berusia 17 tahun.

Selanjutnya adalah SIM B1. SIM B adalah jenis SIM diperuntukkan bagi orang yang mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat lebih dari 3.500 kg. Kendaraan yang dimaksud di sini biasanya berupa mobil bus perseorangan atau mobil angkutan barang perseorangan. Minimal usia untuk mendapatkan SIM ini harus berusia 20 tahun.

Jenis SIM selanjutnya adalah SIM B2. SIM ini diperuntukan bagi orang mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan menarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk keretan tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg. Usia untuk mendapatkan SIM ini minimal umur 21 tahun.

Baca juga: Membuat SIM Internasional: Prosedur dan Syaratnya

Selanjutnya adalah SIM C. SIM ini tentunya sudah sangat sering di dengar bukan?. SIM C diperuntukan bagi pengendara sepeda motor. SIM C ini sendiri terbagi menjadi 3 kategori. Kategori tersebut di kelompokan berdasarkan kapasitas silinder atau muatan cc pada setiap sepeda motor yang dikemudikan.

SIM C1 : digunakan untuk sepeda motor dengan cc di bawah 250 cc. Selanjutnya ada SIM C2. SIM C2 : digunakan untuk sepeda motor dengan cc di atas 250 dan maksimal 500 cc. Yang terakhir adalah SIM C3. SIM C3 : digunakan untuk mengendarai kendaraan bermotor roda dua dengan cc di atas 500 cc.

Jenis SIM perorangan yang terakhir adalah SIM D. SIM D adalah SIM yang diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan khusus, yaitu bagi para penyandang disabilitas. Minimal usia untuk mendapatkan SIM ini adalh 17 tahun.

SIM Kendaraan Umum

Jenis SIM di Indonesia (Sumber Gambar: Google)
Jenis SIM di Indonesia (Sumber Gambar: Google)

Jenis SIM umum wajib dimiliki oleh orang yang mengemudikan kendaraan berkepentingan umum, baik angkutan umum orang maupun barang. Jenis SIM di Indonesia untuk kendaraan umum yaitu SIM A Umum, SIM B1 Umum, dan SIM B2 Umum.

SIM A umum diperuntukkan bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg. Selanjutnya jenis SIM B1 Umum wajib dimiliki oleh orang yang mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan berat lebih dari 1.000 kg. Kemudian jenis SIM B2 umum digunakan oleh pengemudi kendaraan penarik atau kendaraan bermotor yang memiliki gandengan dengan berat kendaraan maksimal lebih dari 1.000 kg.

Baca Juga: Mengurus SIM Hilang: Ketahui Cara dan Biayanya

Itulah jenis SIM di Indonesia. Perhatikan syarat- syarat untuk mendapatkan SIM. Sebab, ada beberapa SIM yang baru boleh dimiliki setelah memiliki SIM yang lain. Perhatikan pula syarat usia untuk mendapatkan SIM. Nantinya, akan ada ujian tertulis dan praktik untuk mendapatkan SIM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *