Skip to content

Jenis Air Radiator Mobil: Yuk Kenali Setiap Kekurangan & Kelebihannya!

Jensi air radiator mobil ternyata ada beberapa pilihannya. Dimana setiap jenis air radiator mobil memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Dan sebagai pemilik mobil tentu Anda akan memilih cairan yang terbaik untuk mobil Anda, bukan?

Fungsi air radiator ini sangat penting loh untuk mobil. Jadi, Air radiator akan mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih pada mesin. Komponen sistem pendingin mesin ini memiliki fungsi yang sangat esensial untuk menjaga suhu mesin mobil maupun motor tetap stabil akibat pembakaran yang terjadi di dalam mesin.

Jadi, jika mobil Anda mengalami overheat maka coba cek apakah kekurangan air radiator atau tidak. Nah, dikarenakan fungsinya yang penting maka jangan sampai salah memilih jenis air radiator mobil.

Jenis Air Radiator Mobil

Jadi setidaknya ada 4 jenis cairan pendingin yang biasa digunakan oleh para pemilik mobil. Untuk menjaga suhu mesin tetap stabil diperlukan sistem pendingin yang bekerja untuk membuang panas mesin yang dihasilkan dari proses pembakaran yang terjadi.

Cairan pendingin atau coolant memegang peranan yang sangat penting dalam proses menjaga suhu kerja mesin karena dia menjadi media perantara pelepasan panas dari mesin. Yuk, kita bahas mengenai jenis air radiator mobil.

Baca Juga: Cara Membersihkan Kaca Lampu Mobil Agar Kembali Kinclong!

Kita bahas mengenai kekurangan dan kelebihan dari masing- masing jenis air radiator mobil. Selamat membaca sampai habis, ya.

Air Biasa Atau Air Keran Atau Air Mineral

Jenis air radiator mobil yang pertama adalah air biasa atau air keran atau air mineral. Ya, air biasa ini mampu berperan sebagai air radiator, terutama untuk mobil- mobil tua yang rentan mengalami masalah overheating.

Keunggulan dari air biasa adalah tidak terlalu mahal sehingga hemat dan juga bersifat lebih ramah lingkungan. Banyak pengendara hingga saat ini masih menggunakan air biasa, baik itu air keran atau air mineral sebagai cairan pendingin pada radiator.

Jenis Air Radiator Mobil
Jenis Air Radiator Mobil (Sumber Gambar: Google)

Air biasa memiliki titik didih yang rendah (sekitar 100 derajat celcius) sehingga memiliki kadar penguapan tinggi. Dalam kondisi yang ekstrem misalnya terjebak dalam kemacetan di siang hari air biasa akan kewalahan menjaga suhu mesin sehingga akan lebih cepat habis karena mengalami penguapan.

Sedangkan kekurangan dari jenis air radiator mobil yang satu ini adalah dapat menimbulkan karat. Jadi, air biasa memiliki banyak kandungan mineral dapat menimbulkan karat dan kerak dalam jangka waktu panjang.

Sehingga, permukaan pipa logam yang terkena karat akan tergerus dan menyumbat pipa di bagian yang kecil, seperti di tabung radiator. Dalam kasus yang lebih berat, karat yang terjadi akan menggerus permukaan pipa dan membuatnya menjadi bocor.

Oleh karena itu penggunaan air biasa sangat tidak disarankan sebagai cairan radiator. Selain itu penting sekali diketahui bahwa penggunaan air ini tidak direkomendasikan untuk mobil tau yang kerap mengalami masalah overheating.

Radiator Coolant

Jenis air radiator mobil yang kedua adalah radiator coolant. Jenis air radiator mobil yang satu ini juga tidak kalah digunakan oleh banyak orang, loh. Bedanya dengan air biasa, tentu jenis air radiator mobil yang satu ini telah diformulasi khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi atau karat pada material logam.

Jadi, apabila orang telah menegtahui efek dari penggunaan air biasa sebagai cairan pendingin radiator pasti berpaling ke cairan pendingin jenis Radiator Coolant. Biasanya Radiator coolant memiliki kandungan utama berupa air tanpa mineral, zat anti-beku propylene glycol, dan pencegah karat.

Kandungan propylene glycol membuat cairan radiator punya titik didih lebih tinggi, sekaligus titik beku lebih rendah ketimbang air biasa. Tingginya titik didih membuat radiator coolant terhindar dari penguapan kala bersentuhan dengan temperatur tinggi mesin kendaraan.

Pendingin jenis ini memiliki titik didih sekitar 10 derajat celcius lebih tinggi dari air biasa. Selain itu jenia air radiator ini memiliki kekentalan yang pas sehingga tidak perlu dicairkan lagi dengan air.

Cairan pendingin jenis Radiator Coolant juga dinilai cocok untuk digunakan di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun sayangnya, kekurangan dari cairan pendingin ini adalah cukup boros untuk penggunaannya.

Jenis Air Radiator Mobil
Jenis Air Radiator Mobil (Sumber Gambar: Google)

Radiator Super Coolant

Jenis air radiator mobil yang ketiga adalah radiator super coolant. Nah, jika menggunakan jenis air radiator ini maka tidak boleh sembarangan. Ha, maksudnya jangan sembarangan bagaimana?

Jadi, Radiator super Coolant ketika akan digunakan harus diencerkan terlebih dahulu menggunakan air bersih dengan perbandingan 50:50. Dengan perbandingan pengenceran yang sesuai, radiator super coolant akan memiliki titik didih yang tinggi.

Titik tertinggi dari jenis ini yakni bisa mencapai sebesar 130 derajat celcius. Karena memiliki titik didih yang tinggi, maka radiator super coolant akan lebih banyak menyerap panas dari mesin tanpa khawatir mengalami penguapan dan habis.

Memiliki titik didih mencapai 130 drajat, Radiator Super Coolant cocok digunakan di negara yang memiliki iklim sub tropis. Namun,meskipun begitu tetap saja jenis iar radiator mobil ini tetap cocok digunakan di Indonesia.

Namun, aslakan penggunaanya seperti yang telah disebutkan diatas. Yaitu dicampur dengan air biasa sebesar 50:50.

Antifreeze dan Coolant Protector

Jenis air radiator mobil yang terakhir adalah Antifreeze dan Coolant Protector. Jenis yang satu ini tidak jauh berbeda dengan jenis Radiator Super Coolant. Dimana Antifreeze Coolant Protector ketika akan digunakan harus dicairkan terlebih dahulu dengan air bersih jika ingin digunakan.

Jenis Air Radiator Mobil
Jenis Air Radiator Mobil (Sumber Gambar: Google)

Namun, untuk menggunakannya perlu menyesuaikan dengan iklim dimana mobil kita digunakan. Misalnya di iklim tropis, perbandingan yang bisa digunakan adalah 50:50. Titik didih yang dimiliki oleh Antifreeze dan Coolant Protector tidak jauh berbeda dengan Radioator Super Coolant.

Baca Juga: Mengendarai Mobil Saat Hujan Deras: Yuk, Simak Tipsnya Agar Aman!

Namun dengan tambahan Antifreeze, cairan jenis ini cocok untuk digunakan di kondisi sub tropis karena tidak akan membeku ketika berada di suhu dingin yang ekstrem. Jadi, jenis ini sangat cocok digunakan untuk negara empat musim, loh. Untuk titik didih dari air radiator jenis ini yakni mencapai 128 drajat tidak jauh berbeda dengan air Radiator Super Coolant.

Itulah jenis air radiator mobil yang perlu Anda ketahui. Dimana masing- masing jenis tersebut telah disesuaikan dnegan kondisi ikim setiap negara yang berbeda. Jadi, untuk negara kita jika Anda ada uang lebih maka sebaiknya Anda jangan menggunakan air biasa, ya.

Sebab air biasa dapat menimbulkan karat jika terlalu sering digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.