Penting!! 10 Cara Mengendalikan Emosi Saat Berkendara di Bulan Puasa!

cara mengendalikan emosi saat berkendara
Mengendalikan Emosi Saat Berkendara

Cara mengendalikan emosi saat berkendara terutama di bulan puasa adalah penting untuk anda terapkan.

Karena sejatinya di bulan puasa ini kita di anjurkan untuk lebih menahan dan dapat mengendalikan hawa nafsu, termasuk emosi kita.

Lalu lintas yang semrawut tanpa anda sadari menjadi salah satu faktor yang memancing emosi berkendara Anda.

Mengendalikan Emosi Saat Berkendara di Bulan Puasa

Bulan Puasa tahun ini jatuh pada bulan Mei-Juni 2019 dengan cuaca memasuki kemarau sehingga kerap gerah di samping juga sangat terik dan sedikit hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Satu faktor itu menjadi pemberi warna dalam perjalanan pada bulan puasa bagi yang menjalankannya. Di luar itu, puasa yang berarti mengontrol diri dan bersabar di perjalanan menjadi ujian tersendiri.

Salah satu pemicu terjadinya hal ini yang seringkali dijumpai saat Anda beraktivitas sehari-hari adalah tidak sabarnya pengemudi saat mengemudikan kendaraannya di jalan raya.

Karena itu, perlu diingat bahwa apapun kondisinya, masing-masing pengguna jalan harus dapat mengendalikan emosi saat berkendara.

Salah satu cara mengendalikan emosi saat berkendara di bulan puasa adalah dengan menggunakan empati serta mematuhi etika dalam mengemudi.

Pada dasarnya emosi dalam berkendara bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan, dalam bahasa Inggris, fenomena ini memiliki istilah tersendiri yakni “Road Rage”.

Dalam artiannya, Road Rage adalah sebuah pola berkendara agresif yang didasari oleh perasaan marah.

Penyebabnya juga berkaitan dengan banyak hal seperti diri sendiri hingga pola berkendara pengendara lain.

Cara Mengendalikan Emosi Saat Berkendara

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan emosi saat berkendara di bulan puasa ini.

Salah satu alasan mengapa terjadi emosi saat berkendara adalah karena diri kita sendiri.

Mengapa begitu? Ya, banyak hal yang bisa menjadi pemantiknya seperti kemacetan, bunyi klakson pengendara lain dan banyak hal lainnya. Berikut beberapa tips mengatasinya.

1. Mengubah Pola Pikir

Mulai sekarang, sebaiknya Anda selalu berpikir bahwa jalan raya merupakan milik bersama, sehingga Anda harus tetap dapat berbagi dengan para pengendara atau para pengguna jalan lainnya.

Selebihnya mengalah saja di jalanan dengan mengingat bahwa Anda saat itu sedang puasa.

Pasalnya, ada kalanya kita mendapati pengendara “seradak-seruduk” terutama di tengah kemacetan.

Jika kita ikut terpancing untuk berperilaku sama, maka adu emosi rentan terjadi.

2. Macet pemicu emosi di jalan raya

Cara mengendalikan emosi saat berkendara di bulan puasa berikutnya adalah dengan menyadari bahwa macet merupakan hal yang biasanya terjadi di semua kota besar.

Karena itu, mulai saat ini Anda sebaiknya menganggap bahwa macet merupakan hal yang biasa dan memang harus dilalui demi mencapai tempat tujuan.

Jika sudah punya rencana bepergian, ke mana pun tujuannya, berangkatlah setidaknya satu jam lebih awal dari biasanya demi menghindari macet.

Emosi biasanya mudah datang saat kita terburu-buru. Oleh karena itu, manajemen waktu menjadi penting.

3. Ajaklah Teman

Ada sebuah anggapan yang mengatakan “biarin saja macet, yang penting ada teman bicara” merupakan hal yang benar adanya.

Namun anda juga tetap harus mengontrol diri anda serta menghindari topik pembicaraan yang sensitif.

Karena itu, carilah topik pembicaraan yang ringan atau saling melempar candaan selama anda berkendara.

4. Jangan terpancing emosi pengguna jalan lainnya

Saat Anda merasa emosi akan meluap karena pengendara lain dan kondisi atau infrastruktur jalan, dan berpikir bahwa ini tidak bisa ditoleransi lagi, tariklah napas dalam-dalam.

Tarikan napas membuat kerja aliran darah lancar kembali dan membuat tubuh Anda lebih rileks.

arikan napas membuat kerja aliran darah lancar kembali dan membuat tubuh Anda lebih rileks.

Dengan selalu menjaga mental dan pikiran positif, Anda tidak akan mudah terpancing emosi atau melakukan aktivitas mengemudi agresif.

Jangan sekali­-kali terpancing emosi, karena bila sampai terjadi energi yang terpakai tubuh juga bertambah.

Mental yang positif membuat tubuh tidak mudah lelah sebaliknya bila mental sudah negatif dapat membuat tubuh mudah lelah dan juga mudah emosi.

5. Mendengarkan musik yang nyaman

Ingat hal-hal yang menyenangkan saat Anda berada dalam arus lalu lintas yang padat, tidak menyenangkan, atau kondisi sejenisnya. Coba pula pasang musik yang menenangkan.

Berdasarkan penelitian, musik dengan tempo yang pelan ternyata dapat membantu Anda dalam menjaga emosi agar selalu tenang.

Ingat kembali keluarga Anda, masa-masa liburan bersama sahabat, prestasi Anda, dan lainnya untuk mencegah rasa tidak sabar dan emosional menguasai diri Anda.

6. Berandai Ada Orang Penting Sedang Bersama Anda

Langkah praktis lainnya adalah berandai ada orang penting sedang duduk di samping Anda di dalam mobil.

Umumnya, kita selalu berandai sedang berkendara bersama ibu atau keluarga lainnya, sehingga kecepatan dapat selalu terjaga.

Hal ini memang terdengar sepele, namun jika dilakukan dapat berdampak besar pada perasaan Anda.

7. Buatlah Kabin Mobil Senyaman Mungkin

Salah satu hal menarik lainnya dalam cara mengendalikan emosi saat berkendara di bulan puasa adalah membuat kabin mobil terasa menyenangkan.

Pakailah parfum mobil yang menenangkan, bersihkan selalu kabin mobil sehingga sedap dipandang serta hidupkan AC supaya atmosfer kabin terasa lebih sejuk.

Hal tersebut ternyata terbilang cukup sukses untuk mengurangi kadar emosi anda.

Pengharum mobil bisa memberi dampak yang positif pada gaya berkendara seseorang. Jika diperlukan pilihlah bau parfum mobil yang lebih menenangkan.

8. Jangan Bermain-main Dengan Emosi Orang Lain

Jika kiranya emosi Anda sudah meluap-luap, selalu ingat dan ingatlah bahwa Anda tidak tahu siapa orang yang sedang Anda hadapi.

Bayangkan, jika orang tersebut adalah penjahat kelas atas, yang siap melawan Anda dengan segenap kekuatan dan orang-orang di baliknya.

Hati-hati dan jauhi emosi dengan alasan seperti di atas, supaya Anda terjauh dari hal-hal yang tidak diinginkan.

9. Pahami Sikap Pengendara Lain

Pahamilah bahwa setiap pengendara punya gaya berkendara yang buruk. Ya, di era modern ini, banyak dari mereka berkendara sambil telponan, mabuk-mabukan atau sambil makan.

Tentu hal-hal tersebut yang membuat mereka menjadi pengendara-pengendara menyebalkan di jalanan.

Namun perlu diingat bahwa, Anda hanya perlu membiarkannya saja dan tak perlu menggubris mereka. Itu lebih baik daripada harus menghadapi mereka dan merusak hari indah Anda.

10. Ingat, Ini Hanyalah Masalah Kecil Saja

Pada akhirnya, setiap masalah di jalanan yang dikarenakan emosi, sejatinya adalah masalah kecil.

Banyak hal-hal lebih besar yang perlu Anda pikirkan dan perhatikan, seperti masa depan Anda, keluarga dan mungkin pasangan Anda.

Rasanya sangat tak perlu untuk menanggapi kondisi di jalan raya dengan hati yang emosi. Cukup lewati saja dan teruslah bergerak ke tempat tujuan Anda.

Ibadah puasa di bulan Ramadhan sebaiknya diisi dengan hal-hal positif. Makanya, melampiaskan amarah tak dianjurkan saat sedang berpuasa.

Baca Juga : “6 Tips Berkendara di Bulan Puasa, Simak Yuk!

Dan mengendalikan emosi saat berkendara di bulan puasa menjadi penting agar puasa yang kita jalankan tak hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

Ok, demikian tadi 10 tips cara mengendalikan emosi saat berkendara di bulan puasa yang dapat kami paparkan disini.

Semoga tips tersebut dapat memberikan wacana baru bagi anda dalam hal menngendalikan emosi saat berkendara di bulan puasa kali ini. Dan menjadikan puasa anda lancar tanpa hambatan.

Jika informasi tersebut bermanfaat silahkan share kembali ke orang orang di sekitar anda. Sekian & Terimakasih. (br)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.